Cakrawala News
Portal Berita Online

Sebaran Ketupat Grebeg Syawalan 1443 H, Joko Tingkir Tidak Diganggu Buaya

0 90

 

Solo Cakrawala. Co, -Ribuan warga solo,Jawa Tengah dan sekitarnya, minggu (08/05/2022) berebut sebaran gunungan ketupat dalam grebeg Syawalan 1443 Hijriah di Taman Satwa Taru Jurug(TSTJ). Berbeda dengan gelaran dalam tradisi selama ini, Kali ini Joko Tingkir berdamai dengan buaya.

 

 

 

Tradisi Grebeg Syawalan 1443 Hijriah Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah diawali dengan kirab arak-arakan prajurit keraton yang mengawal gunungan ketupat serta gunungan hasil bumi, dari depan TSTJ menuju segaran atau pinggiran kolam kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug. Arak arakan kirab sendiri juga diikuti Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Kepala Dinas Pariwisata Solo Aryo Widyandoko dan Direktur Perumda TSTJ Bimo Wahyu Widodo serta sejumlah abdi dalem Keraton Solo

Dilanjutkan pertunjukan tarian sebagai pengganti aksi perjalanan hidup Jaka Tingkir menjadi Sultan Hadiwijaya, Raja Mataram yang biasanya bertarung melawan buaya buaya, namun kali ini ditiadakan alias berdamai dengan buaya, Untuk mempersingkat waktu.

 

Ada sekitar 3.000 ketupat yang diarak bersama sayuran hasil bumi, sebelum disebar untuk dibagikan didoakan terlebih dahulu.

Tradisi Grebeg Syawalan sendiri untuk menandai berakhirnya event libur lebaran, pekan Syawalan Jurug yang sempat vakum selama dua tahun karena pandemi.

 

Pak sukiman(48), Salah satu pengunjung jauh jauh dari Sragen,Mengaku senang mendapatkan sebaran gunungan ketupat tersebut, Dirinya juga meyakini mendapatkan ketupat yang didapat dalam grebeg Syawalan TSTJ akan mendatangkan berkah.

 

Namun belum tentu yang mendapat sebaran ketupat mendapat berkah, Pengunjung lainnya,Edy Yuliatmono.(51),Warga masaran Sragen mengaku malah kehilangan dompet beserta isinya yakni SIM,KTP hingga uang satu juta rupiah saat ikut berebut sebaran ketupat. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Polisi.

 

Vedeo Kirab Joko Tingkir : 

 

Sementara itu, Direktur Perumda TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan tradisi Grebeg Syawalan sempat dihentikan dua tahun karena Pandemi. Kegiatan ini terakhir kali digelar pada 2019. “Setelah kegiatan Syawalan ini diperbolehkan kita melanjutkan tradisi yang ada. Terakhir kan 2019. Tradisi ini kita lanjutkan Alhamdulillah antusiasme pengunjung juga cukup banyak,” kata Bimo

 

Bimo menambahkan peningkatan jumlah pengunjung TSTJ mulai terjadi pada H+2 Lebaran.

Pihaknya menargetkan pada puncak pekan Syawalan ini jumlah pengunjung yang datang ke TSTJ mencapai 15.000 orang dalam sehari.”katanya.

 

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, event kirab Joko Tingkir dan Grebeg Syawalan diselenggarakan untuk menyambut tradisi Syawalan 1443 H sekaligus lebaran ketupat. Selain itu, lanjut dia event ini juga sebagai hiburan bagi warga Solo dan pemudik yang tahun ini merayakan lebaran di kampung halaman di Solo dan sekitarnya. “Melalui acara ini kita tidak hanya disajikan dengan ragam seni budaya yang ada pada kirab Joko Tingkir, namun kita dapat berinteraksi pada satwa-satwa yang ada di TSTJ,” kata Teguh.

 

Pihaknya berharap sektor perekonomian di Solo kembali tumbuh dengan diperbolehkannya mudik lebaran oleh pemerintah pusat. “Semoga ini benar-benar titik balik dari dua tahun kemarin tidak ada kegiatan perekonomian khususnya hiburan, maka ini sebagai titik balik semua kegiatan ekonomi masyarakat kecil menengah bisa terangkat semuanya,” jelas Teguh.(AgB).

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.