Cakrawala News
Portal Berita Online

Ramai, Gonjang- ganjing Usulan Kenaikan Si Melon Di Cianjur

0 50

CIANJUR-CAKRAWALA.CO- Gonjang- ganjing penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji 3 Kg oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) ke Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sangat disayangkan oleh berbagai kalangan. Bahkan, usulan itu sangat berdampak luas bagi masyarakat miskin yang notabene menggunakan gas elpiji 3 kilogram untuk keperluan sehari- hari.

Tidak itu saja, bila usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi gas melon itu benar- benar disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi, Perdagangan Industri (Diskoperdagin), sudah barang tentu akan berdampak bagi pedagang- pedagang kecil/ UMKM yang otomatis menggunakan gas elpiji dalam usahanya.

Seperti diketahui, harga eceran gas pada tingkat pedagang kini telah mencapai antara 20 ribu hingga 23 ribu rupiah per tabungnya. Mahalnya harga eceran ditingkat warung saat ini, diduga kuat banyaknya “mafia” kelas bawah mencari keuntungan dalam bisnis gas. Pastinya harga itu diluar ketentuan Pemerintah.

Dari penelusuran www.cakrawala.co, <span;>tingginya harga gas elpiji 3 kilogram pada tingkat pengecer,  banyak pihak  diuntungkan. Apalagi sejak Pemerintah memberlakukan gas melon hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin saja. Hal itu menjadi pintu masuk  bagi “orang-orang” berbisnis gas. Bahkan, bukan rahasia umum lagi, harga jualnya akan lebih mahal dari harga eceran tertinggi yang dikeluarkan Pemerintah di tingkat pangkalan yang seharusnya dijual sebesar Rp 16.000 rupiah per tabungnya.

Seperti diketahui, harga resmi dari Pemerintah melalui PT atau agen sebesar Rp 14, 600 per tabung, selanjutnya PT akan menjual ke tingkat pangkalan resmi ke masyarakat seharga Rp 16.000 per tabung. Namun pada kenyataannya banyak pangkalan- pangkalan nakal menjual diatas harga resmi. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan aman- aman saja. Sedangkan keuntungan diambil dari selisih harga sebesar Rp1400 menjadi keuntungan pangkalan.

Merebaknya usulan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram yang digulirkan Hiswana Migas Cianjur itu, mendapat tanggapan serius dari aktivis yang juga Ketua DPD YLPKN Jawa Barat, Hendra Malik.

Dia menilai usulan tersebut sangat berdampak buruk bagi masyarakat miskin yang setiap hari menggunakan gas elpiji 3 kilogram itu,” Saya sangat kecewa mendengarnya, ini sudah membuat susah masyarakat,” tegas Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Nusantara pada wartawan.

Dikatakan Hendra Malik, ketika harga eceran tertinggi gas elpiji 3 kilogran dinaikkan, maka banyak dampak yang terjadi di masyarakat terutama para pedagang kecil yang setiap hari memakai gas elpiji.

“Zona penyaluran gas akan terjadi masyarakat akan kesulitan. Ngejar untung boleh- boleh saja, tapi pengusaha juga harus punya rasa manusiawi ke masyarakat sebagai konsumen,” ungkap Hendra Malik.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Cianjur, Hedi Boy mengaku pihaknya membantah mengusulkan kenaikan harga, tetapi mengusulkan penyesuaian harga disetiap pangkalan dan agen.

Yang pasti tidak ada kenaikan harga, hanya ada penyesuaian harga yang dilindungi payung hukum. Kita akan jamin sampai titik yang berlaku, tidak ada kenaikan. Kasihan masyarakat,” kata dia kepada wartawan, di Kantor Hiswana Migas Cianjur, Senin (06/06/2022).

Bahkan, Ketua Hiswana ini berharap tidak ada kenaikan harga. Namun, jika ada oknum yang menaikan harga, akan diberi sanksi. “Sanksinya nanti akan kami bicarakan dengan pemerintah serta payung hukumnya” tegas Hedi Boy.

Di Kabupaten Cianjur saat ini, kata dia, ada sebanyak 40 agen gas, dan 1.000 pangkalan yang tersebar.

“Campaka, Sukanaga, Tanggeung dan lainnya. Harga tidak seragam, tergantung radius. Selisihnya Rp1.000 sampai Rp2.000. Ada empat zonasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur mengakui adanya usulan kenaikan gas elpiji tiga kilogram dari Hiswana Migas Cianjur. Namu, Diskoperdagin pun masih mengkaji usulan dari Hiswana Cianjur tersebut.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.