Cakrawala News
Portal Berita Online

GMNI Palangkaraya Gelar Diskusi Penajaman Wacana Pemindahan Ibukota

Louise Theresia SH LL.M. bersama GMNI Fakultas hukum UPR, foto HT

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO ,- Setelah sukses melaksanakan diskusi pemindahan ibukota negara yang pertama bersama tokoh daerah dan Nasional dari kalangan  anggota DPD RI terpilih Agustin Teras Narang, GMNI Fakultas hukum Universitas Palangkaraya kembali melakukan diskusi terbuka dan mempertajam pemindahan ibu kota pemerintahan untuk bisa ditempatkan di Kalteng.

Diskusi yang kedua terkait topik pemindahan ibu kota negara tersebut, perbedaannya terletak pada tema pembahasannya,  untuk kali ini GMNI mengangkat tema pendidikan yaitu “Siapkah Kualitas Pendidikan Kita Menyambut Ibu Kota Negara yang Baru?”, Sebuah tema pembahasan yang bernada menyindir dan memberi sinyal evaluasi kedalam internal warga Kalteng untuk segera melakukan evaluasi dalam hal pendidikan tersebut.

GMNI berhasil menghadirkan narasumber diantaranya  Louise Theresia SH LL.M salah seorang Dosen tetap di Fakultas Hukum UPR ( Universitas Palangkaraya ) dengan standart fokus mengajar HTN/HAN.

Dalam pemaparannya, Louise menyatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menyambut pemindahan ibukota, yakni kualitas SDM dan Infrastruktur  yang memerlukan revolusi mental agar mampu berbaur dan bersaing dengan Masyarakat pulau lain maupun masyarakat internasional.

“Untuk Infrastruktur Kalimantan Tengah saat ini masih belum mencukupi untuk bisa didongkrak menjadi ibukota karena masih banyak yang harus diperbaiki dan dibangun. Kita memerlukan Jalan yang luas, Pelabuhan, Jaringan Telekomunikasi, dan sarana prasarana lainnya untuk dapat menampung datangnya lonjakan penduduk.”kata Louise.

Louise juga menyarankan agar pemuda atau warga masyarakat Dayak untuk terus berkarya dan meningkatkan kerjanya agar lebih giat lagi menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan, karena melalui pendidikan inilah masyarakat Kalteng dapat bersaing.

“Secara pribadi saya sangat berharap jangan sampai masyarakat Kalteng menjadi penonton, karena kalau jadi penonton dengan menjual tanah atau lahan nya maka secara otomatis kita akan semakin masuk ke dalam hutan atau hanya jadi orang pinggiran.”ungkapnya.

Louise berharap kedepannya GMNI bisa terus berjuang untuk menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota pemerintahkan.

Mmengakhiri sedikit uraiannya dalam diskusi mempertahankan Palangkaraya jadi ibu kota pemerintahan tersebut, Louise juga memberikan pesan-pesan kepada GMNI sebagai generasi muda agar tetap berkomitmen dalam semangat perjuangan.

Panitia GMNI usai merangkum apa yang disampaikan oleh Louise Theresia SH LL.M. berjanji akan menjadikan sebuah bentuk buku sebagai bahan diskusi kelanjutan untuk memperdalam referensi pemindahan ibukota.

GMNI fakultas hukum melalui Azrul Azriyadie selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa para mahasiswa atau GMNI siap mengawal wacana pemindahan ibukota negara tersebut secara kontinue dan rutin untuk melakukan kajian dan pengabdian mendalam terhadap masyarakat terkait isue pemindahan ibukota.

Menurut Azrul, setelah tersusun semua hasil diskusi tersebut kemudian akan dijilid untuk menjadi suatu naskah yang konfkrit dan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai masukan dan pertimbangan dalam merealisasikan wacana pemindahan ibukota negara.

%d bloggers like this: