GMNI Palangkaraya Bagikan Masker Gratis Hindari Bahaya Kabut Asap

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO ,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota  Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukan kepeduliannya terhadap warga masyarakat, menyusul bencana kabut asap yang membuat udara pekat dan mengganggu kesehatan warga.

Kepedulian GMNI tersebut dilakukan dengan  turun tangan untuk membagikan masker kepada setiap warga yang sedang melintas diruas  jalan seputar bundaran kecil Kota Palangkaraya baru-baru ini.

Kegiatan tersebut menurut Damai Eka Putra salah satu anggota GMNI Palangka Raya, adalah satu bentuk kepedulian  GMNI Kota Palangkaraya terhadap masyarakat sekitar.

“selaku bagian dari GMNI Palangkaraya kami lakukan kegiatan ini rangka membangun kembali kesadaran masyarakat akan kesehatan, kami GMNI turun aksi ke jalan untuk membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan. Kami pun mengimbau ke pada masyarakat bahwasanya waspada terhadap kabut asap yang semakin parah,”kata Damai Eka Putra.

Ia menyebut kegiatan tersebut juga didasari akan keinginan pihaknya untuk mengubah suatu perspektif halayak ramai bahwa kalangan mahasiswa  itu tidak hanya bisa mengkritik pemerintah, lalu demo, dan melakukan tindak anarkis, akan tetapi dapat menjangkau sisi lainnya seperti yang mereka lalukan saat ini.

“oleh karena itu dengan menggunakan aspek orientasi edukasi daripada eksistensi, GMNI, maka tergerak untuk turun ke jalanan demi membantu Pemerintah kota dalam menanggulangi kabut asap melalui gerakan kecil seperti membagikan masker gratis kepada masyarakat”ungkapnya.

Eka juga mengaku sangat prihatin dengan kondisi udara kota Palangkaraya yang terus tercemar kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan atau hutan.

“kami segenap keluarga GMNI Palangka Raya merasa cukup prihatin dengan kondisi yang sedang di landa asap tebal dimana Kota Palangka Raya masih diselimuti kabut asap yang dapat merusak sistem pernafasan masyarakat “ujarnya.

Sementara itu berdasarkan sejumlah sumber dari “Pusdalops Kaleng” kebakaran hutan yang terjadi di Kota Palangkaraya telah mencapai luas sekitar 789.15 Hektare.

“Tentu saja dari permasalahan ini harus memiliki jalan keluar agar Kota Palangkaraya bisa menghentikan Kebakaran Hutan dan lahan karena telah  cukup banyak  korban yang menderita ISPA.”imbuh Eka.

Ia menambahkan sejauh ini pengadaan  masker yang dibagikan kepada warga bersumber dari dana pribadi para anggota GMNI yang  dikumpulan seadanya.

“minimal dengan masker yang tidak seberapa ini bisa menyelamatkan ratusan pengendara motor dan mobil yang melintas.”pungkasnya.***HT

Facebook Comments
%d bloggers like this: