Cakrawala News
Portal Berita Online

Gila, Tim Gubernur Era Ahok Dibiayai Swasta

135

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tim gubernur sebelumnya yang bergerak di bidang percepatan pembangunan dibiayai swasta. Pdahal tim ini bekerja untuk pemerintah DKI sehingga seharusnya mendapat alokasi dana dari APBD.

Di Balaikota selasa 921/11/2017) Anies mengatakan, pembiayaan tim gubernur yang menggunakan dana APBD akan lebih jelas pertanggungjawabannya dan lebih transparan. Anggota tim juga akan bekerja 100 persen untuk pemerintah DKI. Sedangkan staf gubernur yang dibiayai oleh swasta justru tidak lazim.

“Kan lucu, secara kepegawaian dibiayai swasta, tapi keberadaan di kantor gubernur,” kata Anies. “Terus yang bersangkutan bekerja untuk gubernur atau perusahaan swasta?”

Anies menegaskan, pembiayaan oleh swasta itu bukan cara yang tepat untuk menghemat anggaran. Sebab kebijakan itu justru rawan disalahgunakan dan tidak mencerminkan good governance.

Sejumlah akun facebook mempertanyakan apakah ini termasuk suap atau gratifikasi. Isu ini menjadi bahan pergunjingan karena mantan tim Ahok membantahnya.

“Operasional gubernur selama Pak Ahok menjabat dibagikan setiap bulannya untuk operasional sekda (sekretaris daerah), lima wali kota, dan satu bupati,” ujar tim Ahok lewat akun Instagram resmi milik Ahok, @basukibtp, Selasa, 21 November 2017.

Menurut tim Ahok, staf Ahok tidak digaji dengan melibatkan pihak swasta, melainkan menggunakan uang operasional yang secara rutin diterima gubernur. Uang operasional itu pun tidak digunakan sepenuhnya untuk Ahok sendiri.

Ahok menjawab tudingan Anies mengenai penggunaan dana swasta. Pembiayaan tim percepatan gubernur mencuat ketika Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2018 mencantumkan biaya Rp 28,5 miliar. Angka tersebut tergolong fantastis lantaran usulan awal yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah Rp 2,3 miliar atau naik lebih dari 10 kali lipat. (dbs)

Comments are closed.