Cakrawala News
Portal Berita Online

Gibran Rakabuming dan Ganjar Ikut Kirab Kebo Malam Satu Suro Keraton Surakarta

0 121

 

Solo Cakrawala.Co,-Ribuan warga Solo dan sekitarnya, Sabtu (30/7/2022) dini hari, memeriahkan malam 1 suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta.Mereka memadati sepanjang jalan rute kirab untuk menyaksikan arak arakan pusaka keraton dan kebo bule.

 

 

Tadisi kirab dimulai dengan pembacaan doa, tahlil, sholawat, renungan, dan pembacaan rincian pusaka yang dikirab.Selanjutnya Kirab dimulai dengan mengarak sembilan pusaka pada pukul 00.00 WIB dengan ditandai pemukulan lonceng sebanyak 12 kali.

Dalam kirab ini, selain pusaka,ada empat kerbau keturunan Kyai Slamet yang sebelumnya menjalani karantina karena terpapar virus penyakit mulut dan kuku juga diikutkan untuk memeriahkan malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Sabtu (30/7/2022) dini hari.

 

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga tampak hadir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Mereka juga sama-sama mengenakan busana adat Jawa lengkap mengikuti seluruh prosesi kirab pusaka, Jumat (29/7/2022) malam hingga Sabtu (30/7/2022) dini hari.

Mereka ikut berjalan dengan bertelanjang kaki selama dua jam menyusuri rute sejauh tujuh kilometer.

 

Dengan rute rute Supit Urang, Jalan Pakubuwana, Gapura Gladag, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton Solo.

 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku baru pertama kali mengikuti kirab ini. Menurutnya mengikuti kegiatan ini sebagai salah satu bentuk untuk nguri-uri ( melestarikan) kebudayaan Jawa. ”Apalagi Kirab Malam 1 Suro ini merupakan salah satu event terbesar di kota Solo,” katanya.

 

“Dua jam jalan tidak capek? Ya capek. Semoga semua dilancarkan dan pandemi hilang,” ujar Gibran.

 

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap, kirab malam 1 Suro yang menjadi bagian tradisi di Kota Bengawan dapat terus lestari. “Publik merespons dengan sangat bagus, baik (kirab) di Pura Mangkunegaran maupun Keraton Kasunanan.  Mudah-mudahan tradisi ini terus terjaga dan masyarakat bisa melihat nilainya,” terang Ganjar ( Agung Bram).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.