Geliat FK-Metra Kabupaten Garut, Seniman Tradisional Butuh Panggung

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali mengumpulkan sejumlah aparat kecamatan untuk mencari tahu perkembangan kesenian tradisional termasuk kiprah para seniman tersebut dimasing-masing pelosok di Kabupaten Garut.

Diskominfo Garut ingin memasitkan dan mengkonfirmasi para pelaku seni tradisonal yang akan diwadahi dalam Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-Metra) Kabupaten Garut yang berada dibawah Dinas Kominfo.

Kepala Dinas Kominfo Garut Nurdin Yana mengatakan merespon perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mengharuskan optimalisasi dalam keterlibatan para seninam pelaku seni tradisional untuk turut serta ambil bagian dalam peran dan fungsinya mensosialisasikan program-program pembangunan juga keluh kesah warga masyarakat dalam hal apapun.

“Keberadaan para seniman tradisional tetap memiliki peran dan porsi yang cukup besar dalam kemjuan teknologi saat ini, sehingga perlu diselaraskan dengan situasi dan kondisi dimana informasi-informasi negatif atau hoaks kian merajarela,”kata Nurdin Yana saat membuka acara Focuss Group Discussion (FGD) bersama aparat kecamatan dan perwakilan pelaku seni penggiat Informasi Masyarakar, di Bukit Alamanda Garut, Selasa (25/6/2019).

Nurdin menyatakan pihaknya ingin menselarasakan keberadaan para seniman kesenian tradisonal melalui FK-Metra dengan FK-KIM yang telah lebih dulu terbentuk di Kabupaten Garut dengan perkembangan yang cukup menggembirakan.

“Kami ingin FK-Metra secara struktur segera terwujud dan berjalan seperti FK-KIM yang kini cukup membanggakan karena kerap kali menjadi rujukan study Banding dari berbagai kabupaten Kota lain ke Garut untuk melihat kinerja organisasi dan program FK-KIM Garut,”ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Garut Diar Cahyadiar saat menyampaikan materi terkait FK-Metra peran dan fungsi serta target capaian dari Dinas Kominfo Garut menyebut pihaknya sengaja mengundang para perwakilan pemerintah Kecamatan untuk proses percepatan pendataan keberadaan seniman tradisional tersebut.

“Makanya kamiundang untuk bersama-sama berdiskusi mengenai keberadaan seni tradisonal bersama para senimannya yang kemudian kembali kita fungsikan melalui FK-Metra agar fektif dan memiliki daya saing yang tinggi,”kata Diar

Ia juga tidak menampik jika selama ini cukup kesulitan mengkomunikasikan programnya di Diskominfo karena berbicara seniman tentu saja berbicara sumber daya manusia serta produk kesenian tradisional yang porsinya kini semakin tersisih.

“harus kita pahami bersama bahwa yang terpenting dalam hal ini bagaimana seniman tradisional kembali memiliki panggung pentas yangs ecara berkesinambungan dapat berjalan lancar. Melestarikan seni tradisional ini mahal harus berlatih, butuh pelatih semua membutuhkan biaya cukup mahal sementara panggungnya tidak ada kan ironis juga,”ungkapnya

Diar mengakui jika saat ini porsi pementasan kesenian oleh para seniman tradisional di acara-acara pemerintahan sudah sangat berkurang sehingga berimbas pada terancam matinya kegiatan para seniman tradisional.

“beda dengan dulu hampir semua kegiatan-kegiatanpenting pemerintahan pasti proposrsi pentas kesenian  tradisonal sangat besar namun sekarang seiring dengan perkembangan teknologi dan sebagaiman semakin berkurang bahkan jarang sekali terdengar,”ujarnya.

Diar mengajak semua terkait melalui FK-Metra untuk tetap dapat menjaga dan memberi porsi yang cukup bagi kiprah para seniman tradisional di Kabupaten Garut dalam berbagai event atau perhelatan yang ada.

Sementara itu, Anting Irawan salah seorang seniman seni tradisional Kabupaten Garut mengamini seluruh pernyataan dari para pejabat di Dinas Kominfo Garut tersebut. Ia membenarkan jika selama ini para seniman tradisonal sudah kehilangan panggung sehingga enggan berlatih.

“untuk apa latihan dengan biaya yang tidak sedikit sementara panggung pentasnya tidak ada. Melalui Fk-Metra saya berbesar hati kiprah para seniman kembali bergairah,”katanya.

Senada dengannya,  Janur M, Bagus ketua FK-KIM Kabupaten Garut dalam kesempatannya menyatakan bahwa di era perkembanga  teknologi informasi yang semakin pesat ini, pemerintah perlu merumuskan langkah-langkah strategis guna memberikan porsi yang besar untuk tetap melestarikan seni tradisonal serta memberikan gairah bagi para senimannya.

“Misalnya kenapa tidak membuat konten-konten digital yang memuat kesenian tradisional plus dengan kiprah para seniman tradisionalnya dengan kemasan produksi sinematografi sehingga dapat menjadi konten positif di medsos ataupun media-media lainnya dalam mengimbangi konten negatif yang terus banyak bertebaran di dunia maya,”ungkapnya.

Menurut Janur memang perlu kerja keras dan kerja cerdas juga kesungguhan dari para pemegang kebijakan pemerintahan untuk dapat mewujudkan hal tersebut. “Tetapi bukan hal yang tidak mungkin jika pemerintah bersama para pelaku seni dapat memolanya,”tukasnya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: