Cakrawala News
Portal Berita Online

Gelaran Wayang Kulit Kolosal, 28 Penabuh Serta Nyimping Wayang Terpanjang Sambut Hari Wayang Dunia.

0 567

 

Solo Cakrawala.Co,-Pementasan Wayang Kulit Kolosal dengan melibatkan 28 penabuh serta  Nyimping Wayang terpanjang di kota Solo,Jawa Tengah. Menandai dimulainya bulan wayang. Acara yang juga diapresiasi Kepala Sektor Kebudayaan UNESCO Jakarta tersebut, selain melestarikan warisan budaya,juga menyambut Hari Wayang Dunia.

 

 

 

 

 

Bertempat di Pendopo Griya Mayangkara,Kadipiro,Banjarsari,Solo,Jawa Tengah.(01/11/2021) malam,Sebuah Pertunjukan Wayang Kulit Kolosal digelar secara unik. Dimana selain menghias lokasi pertunjukan dengan Nyimping wayang atau menjejer wayang terpanjang yang belum pernah ada,juga menampilkan instrumen balungan terbanyak dengan jumlah penabuh 28 orang.

Pertunjukan wayang kolosal dengan mengangkat lakon “Gada Rujak Polo” milik tokoh pewayangan Pandawa yakni Bima,yang ditampilkan oleh Dalang ternama yakni Ki Purbo Asmoro tersebut digelar secara virtual,lantaran masih di Masa pandemi.

Selain untuk melestarikan Wayang Kulit sebagai warisan budaya dan menandai bulan wayang setiap tanggal 1 November,Pagelaran yang di apresiasi langsung Ms.Moe Chiba,Kepala Sektor Kebudayaan UNESCO di Jakarta,melalui sambutan secara virtual tersebut, juga untuk menyambut Hari Wayang Dunia.

 

Ki Purbo Asmoro,menjelaskan, masa pandemi para seniman tidak bisa pentas,namun dirinya tetap produktif berkarya melestarikan wayang dengan mencurahkan pertunjukan di dalam virtual.

“Kali ini saya membikin sebuah cerita yang belum pernah dilakukan walaupun ceritanya tentang  seputar Bima.Tapi kan masalahnya Banjara nya itu kan banjaran artefak yang belum pernah ada,

biasanya banjaran selalu tokoh baik antagonis maupun protagonis,tapi kali ini saya menggarap bukan tokoh wayang tapi gaman(pusaka)yakni Gada Rujak Polo” dimana itu kaitanya dengan orangnya yang memakai gaman itu dan sebagainya”ungkap Ki Purbo.

 

Ki Purbo menambahkan, sistem nyimping wayang atau menjejer wayang dengan sangat panjang dan melengkung membentuk leter u yang belum pernah ada serta tampilan instrumen balungan terbanyak sejumlah 28 penabuh,menurutnya sangat spektakuler.”saya bikin agak spektakuler  mengapa demikian dengan sistem nyimping wayang,menjejer wayang dengan sangat panjang dan melengkung leter “U” yang belum pernah ada,yang kedua tampilan instrumen balungan terbanyak sejumlah 28 penabuh”jelasnya.

 

Dengan pentas wayang kolosal,Ki Purbo berharap,yang pertama pandemi selesai agar seniman wayang bisa eksis lagi,yang kedua sebagai bangsa yang dianugerahi penghargaan dari UNESCO mengangkat wayang sebagai masterpiece berarti memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan mengembangkan.

”Yang paling sulit tantangan di era digital virtual seperti ini dan menurut saya ini adalah lahan  bagi seniman pekarya untuk lebih memacu kreativitasnya untuk bisa berkarya yang berguna lewat virtual seperti ini.

Karena berkarya lewat virtual tidak semudah yang kita bayangan,karena biasanya kita manggung di panggung,tapi di virtual ini penontonya netizen,jadi itu agak memerlukan sikap khusus untuk membuat karya itu.”pungkasnya.(Agung Bram).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.