Cakrawala News
Portal Berita Online

Gelar Rapid Test di Sejumlah Pasar Purbalingga, Tujuh Warga Reaktif

0 22

PURBALINGGA. JATENG. CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, menggelar rapid test di sejumlah tempat publik, yakni pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Hasilnya, dari sebanyak 300 warga yang menjadi sampel test, ditemukan tujuh orang reaktif.

Empat pasar besar, yakni Pasar Segamas, Pasar Hewan, Pasar Bobotsari, Pasar Bukateja, serta pusat penjualan buah Lingga, dan toko alat rumah tangga di Jalan DI Pandjaitan didatangi petugas, Kamis (28/05/2020).

“Jumlah sampel yang kami ambil seluruhnya sekitar 300 orang. Dari jumlah itu sebanyak tujuh orang diketahui reaktif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono.

Hanung menjelaskan, tujuh orang yang reaktif masing-masing didapat dari sampling  Bobotsari sebanyak lima orang, dan dua lainnya dari Bukateja. Semua yang reaktif berasal dari pedagang.

Dinas kesehatan langsung melakukan tracking kepada orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan yang reaktif. Pihak keluarganya juga ikut di-tracking. “Standar prosedur yang kami lakukan, terhadap orang yang reaktif saat rapid test, selanjutnya diminta untuk isolasi di rumah sakit dan kemudian dilakukan test PCR (Polymerase Chain Reaction),” kata Hanung.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi yang turut memantau jalannya rapid test mengatakan, pihaknya terus bekerja keras untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Purbalingga. Hal ini karena  Purbalingga masih masuk zona merah dan merupakan pasien terbanyak kelima di Jateng.

“Pasien covid positif di Purbalingga saat ini sudah 55 orang. Dari jumlah itu memang sudah ada yang sembuh 25 orang, dan sisanya satu orang meninggal, 28 masih dirawat. Selain itu ada  20 pasien dalam pengawasan yang meninggal sebelum diketahui statusnya,” ujar Tiwi.

Dalam kesempatan itu, Tiwi juga melakukan sosialisasi penggunaan masker di pasar. Bahkan, Bupati Tiwi sempat kecewa karena kesadaran pedagang dan pengunjung pasar hewan masih rendah dalam menggunakan masker, meski imbauan sudah sering dilakukan. Di pasar hewan Purbalingga, Bupati Tiwi bahkan sempat membagikan lebih dari 1.000 masker untuk dipakai pedagang dan pengunjung.

“Kalau untuk Pasar Segamas, Pasar Bukateja, dan Pasar Bobotsari, kesadaran pedagang dan pengunjung sudah mulai membaik. Di pasar hewan banyak yang tidak mengenakan masker, dan banyak pula yang masih berjubel berkerumun,” ungkap Tiwi. (Bayu Noer/cakrawala.co)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: