Cakrawala News
Portal Berita Online

Geger Diduga Calon Kades Pakai Ilmu Hitam, Puluhan Warga Nguluruk Balai Desa Kepunten

0 4,353

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Geger puluhan warga Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Selasa malam 31 Maret 2020, ngluruk kantor Desa setempat. Usut punya usut aksi demo warga lantaran diketahui ada salah satu calon Kepala Desa (Kades), menggunakan trik diduga ilmu hitam dengan ditemukan tulisan rajah mencatut 18 nama orang-orang yang merupakan lawan politikya.

Atas aksi Demo warga tersebut tidak dipungkuri oleh pihak Kecamatan Tulangan, melalui Pak Camat Didik Widoyoko. Namun sayangnya Pak Camat tidak berkenan berkomentar lebih detail. “Mohon maaf saya tidak paham detailnya mungkin bisa langsung ke desa saja,” Kata Pak Camat.

Sementara itu Pj Kades Kepunten Arif Solihuddin, saat dikonfirmasi via WhatsApp tampaknya juga enggan berkomentar. “Ya Mas jenengan langsung ke Pak Carik mawon,” ungkap  Pak Kades.

Informasi yang dihimpun cakrawala.co, saat investigasi turun langsung ke Desa Kepunten. Banyak warga membenarkan kejadian aksi demo Selasa malam kemarin di kantor balai desa.

Suasana mediasi menenangkan massa agar jangan anarkis oleh pihak berwenang.

Sebut saja namanya Johan, warga desa setempat yang mengetahui peristiwa tersebut. “Iya warga ramai demo ke balai desa, karena ada 18 warga yang mau di santet. Dengan media rajah ditananam di makam oleh petugas keamanan inisial B. Petugas keamanan saat tertangkap oleh warga mengaku disuruh salah satu calon kades nomer urut 01,” kata Johan mewanti-wanti agar nama aslinya jangan dipublikasinya karena takut kena ikutan disantet.

Dari 18 nama, diantaranya ada tokoh masyarakat setempat, staf Pemerintahan Desa (Pemdes) dan calon kades rival nomer urut 02.

“Pak Babinkamtibmas Polsek, Babinsa Koramil, dan pak Carik (Sekretasris Desa) hadir untuk menenangkan warga yang sudah emosi. Dalam pertemuan malam cukup alot buktinya sampai menjelang shubuh belum selesai,” terang saksi mata.

Ada dua calon Kepala Desa periode 2020-2026, nomer urut 01 atas nama Bambang Supriyadi, nomer urut 02 Didik Santoso. Dua calon bersaing memperebutkan kursi Kades.

Jabatan dan kekuasaan bisa jadi tidak bisa dilepaskan dari lingkaran klenik. Sayangnya keterkaitannya jarang diakui para pemegang kekuasaan, walaupun kalau jujur mereka tak bisa lepas darinya.

DIAKUI atau tidak, banyak pejabat yang menggunakan jasa para orang pintar. Mereka memiliki berbagai tujuan, dan dengan latar belakang beragam. Diantaranya, untuk melanggengkan kekuasaan, kharisma, kewibawaan, dan untuk benteng diri dari serangan mistis lawan.

Apa itu rajah biasanya merupakan sekumpulan huruf-huruf atau kalimat (yang terpenggal) membentuk suatu gambar tertentu yang dipercayai sebagai penyembuh, kesaktian, keselamatan atau pengasihan dan juga bisa digunakan untuk tujuan tertentu menjelang moment pemilihan Kades.

Bentuk dan jenis huruf rajah bermacam-macam, sebagian bisa dibaca dan ada yang hanya berupa huruf saja. Ada yang terkumpul seperti bulatan, kotak, segitiga dan semacamnya. Metodenya, ada yang dicampurkan air putih untuk minum atau mandi. Ada yang disuruh dimasukkan dompet, dikalungkan, ditaruh di bawah bantal atau kasur. Nah, di antara rajah-rajah yang ada biasa menggunakan tulisan Arab, bahkan menggunakan ayat Al Qur’an. (Rizal/Win)

 

 

 

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: