Cakrawala News
Portal Berita Online

Gaya Kepemimpinan Kontroversial Tri Rismaharini, Pro atau Kontra-kah Anda?

0

Gaya Kepemimpinan Kontroversial Tri Rismaharini,
Pro atau Kontra-kah Anda?

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia.

 

Kesetaraan gender bukanlah menjadi suatu hal yang baru untuk dikenal di tanah air. Kini, emansipasi wanita telah merambah hampir di seluruh sektor, salah satunya pada ranah publik. Terkait dengan konteks kepemimpinan, sudah banyak nama wanita yang berhasil unjuk gigi untuk menunjukkan kehadiran dan eksistensinya sebagai seorang pemimpin. Salah satunya ialah yang ditampilkan oleh Tri Rismaharini atau yang kerap disapa dengan Risma, Menteri Sosial Indonesia yang diangkat sejak 23 Desember 2020 lalu.

Siapa yang tidak mengenal sosoknya? Wanita yang berhasil memimpin Kota Surabaya selama dua periode dengan segudang prestasi dan keberhasilan dalam pembangunan, mampu mengangkat nama Risma hingga dikenal banyak kalangan. Beragam gebrakan kontroversial yang ia tunjukkan juga mampu menambah kekuatan akan pesona kepemimpinannya yang menunjukkan karakter tegas, disiplin, demokratis, sederhana, visioner, serta adaptif. Berkat karakternya ini, banyak pihak yang sudah tidak meragukan bagaimana ketangguhan sosok seorang Risma dalam hal kepemimpinan, hingga kini berhasil membawanya pada jabatan di lingkup Kabinet.

Hangat Akan Kabar Kontroversial

Keberaniannya dalam mengambil langkah dan menetapkan kebijakan, membuat namanya sempat beberapa kali menjadi trending topic di media sosial. Seperti yang baru-baru ini terjadi, banyak pihak yang mengkritik tindakannya ketika ia menyuruh seorang penyandang disabilitas rungu-wicara dan autisme untuk berbicara tanpa alat bantuan.

Tindakannya ini dianggap tidak ramah terhadap penyandang disabilitas bagi kalangan publik. Namun dibalik cuitan kritik tersebut, Risma membuka suara dan menyebutkan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niatan buruk terhadap penyandang disabilitas tersebut. Ia hanya ingin menanamkan kebiasaan kepada para penyandang disabilitas untuk dapat tetap bertahan dan beradaptasi terhadap lingkungan meski tanpa menggunakan alat bantuan. Risma juga ingin menumbuhkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas tersebut bahwa pada nyatanya mereka mampu menunjukkan kemampuan yang mereka miliki melebihi keterbatasan yang orang lain lihat dari diri mereka.

Tri Risma Harini dalam salah satu aksinya (dok)

Pemimpin Transformatif dan Visioner

Pemimpin wanita dengan gaya kepemimpinan transformatif dan visioner juga berhasil Risma tunjukkan tatkala ia menjadi pemimpin di Kota Surabaya. Banyak perubahan yang berhasil ia realisasikan sebagai bukti nyata dari pengabdiannya kepada masyarakat Surabaya, sehingga Kota Surabaya kini berhasil menjelma menjadi kota yang sejajar dengan kota-kota besar dunia. Tak hanya itu, sikap merakyat dan demokratis juga berhasil ditunjukkan Risma melalui pendekatan langsung kepada masyarakat dengan kegiatan blusukan.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Risma telah meletakkan orientasi dan prioritas tertinggi dalam jabatannya untuk mengabdi kepada masyarakat dengan memahami mereka secara dekat. Salah satu perwujudan gaya kepemimpinan ini bisa dilihat dari salah satu program kerja yang ia canangkan ketika menjadi Walikota Surabaya, yakni Command Center 112 yang berada di Gedung Siola, yang menjadi media Risma untuk memantau dan merespon berbagai macam keadaan masyarakat di Kota Surabaya.

Dinamis dan Adaptif

Dalam menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin, terlebih di masa pandemi, Risma mampu membawakan gaya kepemimpinan yang dinamis dan adaptif. Ia mampu memadukan birokrasi yang sejatinya identik dengan deskripsi ‘kaku’ dan ‘lambat’, dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kota Surabaya. Adanya e-Government, e-SDM, e-Education, dan e-Health menjadi bukti nyata dari keberhasilannya dalam memanfaatkan teknologi di dalam pemerintahan Kota Surabaya.

Pro dan Kontra Publik

Sayangnya, beberapa pihak justru kurang menyukai dan mengomentari bentuk semangat yang ditunjukkan Risma. Mereka menilai bentuk kontroversial yang ditunjukkan Risma merupakan bentuk pencitraan yang dilakukannya di media massa. Risma juga dinilai mendominasi dalam menjalankan pemerintahan, dan kurang memiliki kemampuan dalam hal komunikasi dan pengendalian emosi, sehingga publik menilai dirinya over-act di beberapa kesempatan.

Namun terlepas dari bentuk komentar dan kritik yang diarahkan kepada Risma, bagi saya gaya kepemimpinan yang ditunjukkan Risma sudah menunjukkan banyak keberhasilan yang selayaknya dapat dicontoh oleh pemimpin-pemimpin lainnya, terutama bagi pemimpin wanita. Karakter yang kuat dan berpendirian tegas menjadi kunci rahasia yang dipegang Risma dalam menopang amanah yang diberikan kepadanya.

Jika ditilik lebih lanjut, gaya kepemimpinan masing-masing individu memang berbeda. Sehingga, menurut saya tak ada yang salah dengan bagaimana Risma membawakan dan menjalankan gaya kepemimpinannya. Namun yang perlu dibutuhkan disini adalah pembiasaan dan penyesuaian lebih lanjut dari bagaimana Risma bersikap dalam menunjukkan gaya kepemimpinannya tersebut kepada orang lain, sehingga orang lain dapat memahami bahwa inilah gaya kepemimpinan yang dibawa Risma. Lantas, bagaimana menurut Anda? (*)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.