Cakrawala News
Portal Berita Online

Gaya Kepemimpinan Dibalik Senyum Presiden Soeharto

0

Gaya Kepemimpinan Dibalik Senyum Presiden Soeharto

Penulis : Muhammad Ilham Bayuaji. Mahasiswa Ilmu Admnistrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia 

 

Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku yang secara konsisten diperankan oleh pemimpin ketika memengaruhi anggota kelompok. Dari pengertian tersebut dapat diartikan tindakan dan cara pemimpin dalam mempengaruhi anggotanya dapat membentuk sebuah gaya kepemimpinan seseorang.

Dalam memimpim seorang pemimpin harus melakukan tindakan dan gaya mempin yang baik dan benar karena tindakan dan gaya seorang pemimpin sangat mempengaruhi sebuah kelompok atau organisasi. Maka seorang pemimpin harus membuat anggotanya nyaman dalam bekerja agar tujuan organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Presiden Republik Indonesia yang ke 2 yaitu H.M. Soeharto, siapa yang tidak mengenal sosok beliau ? sosok H.M Soeharto pasti sangat dikenal dikalangan masyarakat Indonesia karena beliau adalah presiden dengan masa jabatan terlama yatu 32 tahun dimulai dari tahun 1967-1998. Pria yang biasa dipanggil Pak Harto ini mengawali kariernya dari dunia militer. Karier Soeharto di dunia militer sangat cemerlang karena beliau banyak menempati jabatan penting seperti Panglima Komando Pembebasan Irian Barat dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Semasa kariernya menjadi militer dia mendapat julukan “The Smiling General” jika diartikan ke Bahasa Indonesia artinya “Sang Jendral Yang Tersenyum” karena beliau adalah seorang pria yang murah senyum. Sebagai seorang pemimpin Soeharto berkarter erkarakter tegas, menggagas, dan melaksanakan pembangunan dengan terencana maka dia juga dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan Indonesia”.

Pada masa kepemimpinan Soeharto atau rezim Orde Baru beliau menerapkan pemerintahan yang pusat dan otokritik dapat disebut juga dengan gaya otoriter. Otoriter adalah sebuah gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab penuh atas tujuan, keputusan dan jalur strategis menuju kesuksesan. Dalam pelaksanannya, otoriter memaksakan kepatuhan mutlak kepada bawahan. Dimasa pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto memberikan peran dominan dalam pemerintahanya kepada militer yang termasuk dalam praktik otoritatian. Salah satu contoh dari gaya kepemimpinan otoriter adalah kebiijakan dwifungsi ABRI, dalam kebijakan ini ABRI diberikan kesempatan untuk berperan dalam bidang diluar tugasnya seperti bidang politik. Selama masa jabatan Presiden Soeharto beliau memudarkan demokrasi di Indonesia dengan alasan kepentingan keamanan dalam negeri dengan adanya batasan partai politik, penerapan sanksi dan penahanan lawan politik. Pada rezim Orde baru sebagian besar kursi lembaga perwakilan rakyat diberikan kepada militer dan pada ajang pemilihan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan para prajurit ABRI hanya mempunyai satu pilihan partai politik yang berkuasa yaitu Golongan Karya. Dari hal tersebut dapat dipastikan bahwa Presiden Soeharto memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter.

Walaupun otoriter kendengaranya buruk tapi gaya kepemimpinan ini juga mempunyai kelebihan seperti kemudahan dalam pengambilan keputusan, sifat pemimpin yang tegas, pemberian sanksi yang adil dan pemerintahanya mudah diawasi. Pada rezim Orde Baru tidak hanya punya sis negatif tetapi pada masa Orde Baru juga banyak mempunyai sisi positi seperti angka kemiskinan yang turun, pembangunan terstruktur (Repelita) dll.

Begitulah kepemimpinan H.M. Soeharto yang mempunyai banyak pro dan kontra. Dalam gaya kepemimpinan Soeharto kita dapat mengabil sisi positif dari gaya kepemimpinanya juga keberhasilanya dalam memimpin Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.