Cakrawala News
Portal Berita Online

Ganjar Target Keuangan PT BKK Jateng Dua Tahun BEP

0 238

SOLO, JAWA TENGAH, CAKRAWALA.CO- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan rombakan besar, menggabungkan seluruh PD BKK se Jateng menjadi entitas perbankan baru bernama PT BKK Jateng Perseroda.

Sebanyak 27 BKK se Jateng tergabung dalam entitas tersebut. Namun, saat ini kondisi keuangan PT BKK Jateng masih belum stabil, karena dalam kondisi merugi.

“Istilahnya ini nglungsungi atau lahir kembali. Tentu ini memiliki harapan besar untuk semakin baik, meskipun saat terbentuk masih merugi sekitar Rp170 miliar,” ucap Ganjar saat memberikan pembinaan pengurus PT BKK Jateng di Solo, Senin (12/8).

Ia menargetkan, selama dua tahun keuangan di PT BKK Jateng akan normal atau mencapai Break Even Point (BEP). Ia yakin kepengurusan baru dapat mewujudkan target itu.

“Apalagi aset PT BKK Jateng ini sangat besar, mencapai Rp 2,1 triliun. Dengan aset sebesar itu, ritme kerja, tujuan dan paradigma yang sama, maka saya yakin target itu tercapai dan PT BKK Jateng akan menjadi bank yang lebih besar,” tegasnya.

Banyak hal lanjut Ganjar yang dapat dilakukan oleh PT BKK Jateng menjadi bank yang sehat dan besar. Meski begitu, ia meminta agar kehadiran PT BKK bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat bawah.

“Saya minta persoalan di level bawah dibereskan dengan inovasi dan produk-produk PT BKK Jateng. Persoalan di desa-desa, UKM, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan dan sebagainya. Persoalan perumahan dan seni budaya juga harus mendapat perhatian,” tutupnya.

Dairektur Utama PT BKK Jateng Perseroda, Kusnanto (Foto: Syam)

Direktur Utama PT BKK Jateng, Kusnanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisasi,  baik aset, sumber daya  manusia dan bisnis di perusahaan. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk menciptakan sejumlah produk baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Waktu BEP dua tahun yang diberikan pak Gubernur sebagai pemegang saham memang tidak lama, namun kami optimis bisa mewujudkannya,” kata dia.

Menurut Kusnanto, upaya mengejar ketertinggalan tersebut juga terus dilakukan. Dalam waktu sebulan setelah lahir, yakni tepatnya 2 Juli 2019, pihaknya berhasil melakukan efisiensi hingga Rp7 miliar.

“Akan terus kami kejar ketertinggalan ini. Kami optimis bisa menjadi bank yang besar dan masuk lima besar nasional,” tegasnya. (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.