Cakrawala News
Portal Berita Online

Gagak Hitam Bintan Ancam Turun ke Laut Bila Pukat Trawl & Cantrang Masih Beroperasi

0 77

BINTAN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah diminta tegas melarang dan menindak penggunaan alat penangkap ikan trawl (pukat hela) dan cantrang di perairan Bintan. Pasalnya, kedua alat tangkap itu diakui dapat merusak ekosistem lingkungan.

Dukungan pelarangan itu disampaikan oleh Ketua Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam Sambang Bintan, M. Safendi, Senin (22/8/2022) siang tadi.

“Kami tidak mau terumbu karang perairan Bintan rusak akibat aktivitas pukat trawl dan cantrang,” kata Safendi di Kijang, Bintan.

Safendi menambahkan, berdasarkan data yang ada, penggunaan trawl dan cantrang di perairan Bintan masih cukup banyak.

Penggunaan alat penangkap ikan jenis trawl, kata dia, sering menggangu kegiatan nelayan bubu di wilayah setempat. Sehingga, ungkap Safendi, potensi konflik antara nelayan trawl dan nelayan setempat karena alat tangkap mereka sering terkena pukat trawl.

“Oleh karena itu, kami berharap agar pihak terkait, terutama pemerintah baik Kabupaten, kota dan Provinsi menanggapi keluhan-keluhan nelayan pesisir tradisional, terkait adanya pukat trawl dan cantrang,” pintanya.

Namun, kata Safendi, apabila aktivitas pukat trawl dan cantrang masih terus beroperasi. Maka, Safendi menegaskan, pihaknya tidak segan-segan turun ke laut bersama nelayan melakukan tindakan berupa pencegahan terhadap kapal cantrang dan pukat trawl.

“Yang jelas kami melarang keras hadirnya pukat cantrang dan trawl di perairan Bintan. Kami pun siap turun ke laut untuk mencegah aktivitas yang dapat merugikan nelayan setempat,” tegasnya. (Fik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.