Cakrawala News
Portal Berita Online

Gadis Mantan Pengamen Diwisuda dengan Nilai Terbaik IPK 3,94 di FH Unair

Noviana bersama kedua ornagtuanya Sutisno dan Karyati. (Foto/Gibran)
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

SURABAYA, CAKRAWALA.CO-Berawal dari seorang pengamen jalanan, mahasiswi cantik asal Surabaya meraih wisudawan terbaik fakultas hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dengan predikat lulusan cumlaude dengan nilai IPK 3,94. Dia pun ingin melanjutkan ke jenjang Strata 2 dan ingin menjadi seorang hakim.

Lahir dari keluarga kurang mampu yang mengharuskannya mengamen sejak taman kanak-kanak tak membuat Noviana (24) warga Pumpungan 1 Surabaya tak berkecil hati. Dia percaya bila mau bekerja keras pasti Tuhan mengirimkan bantuan. Terbukti, dia berhasil lulus kuliah cum laude dan menjadi wisudawan terbaik S1 fakultas hukum di Unair.

Dulu, sebelum matahari menyengatkan panasnya, setiap hari Noviana kecil mengikuti dua kakaknya berjalan ke perempatan Jl Bgagel jaya Surabaya. Di pinggir jalan yang tak jauh dari rumahnya ini, tiga saudara tersebut mengamen hingga sore hari.

“Pilihan mengamen bermula ketika kedua orangtua saya sakit keras. kala itu, dua kakak saya mencoba untuk mengadu nasib di jalana dengan mengamen. Dan saya pun ikut ngamen,” kisah Noviana.
“larangan orangtua tak mampu membendung tekad kami dalam membantu perekonomian keluarga,” imbuh gadis cantik ini.

Berbagai risiko di jalanan pun sudah dicecapnya. termasuk diciduk oleh Satpol PP Kota Surabaya karena tertangkap mengamen di perempatan jalan. Namun siapa sangka, kejadian tersebut malah membawanya ke jalan menuju kesuksesannya.

“saat dikumpulkan bersama anak jalanan, pengemis dan gelandangan saya didatangi oleh sosok yang kemudian mau memberikan beasiswa sekolah hingga lulus saat ini, asalkan noviana berhenti untuk mengamenbahkan orang tersebut memberikan pekerjaan pada ayah saya,” tururnya.

Jejak manis pun mulai dirajut oleh Novi, hingga dia berhasil masuk jalur undangan di fakultas hukum Unair. selama kuliah Noviana berusaha untuk tidak merepotkan keluarganya. Berbagai upaya dia lakukan guna memenuhi kebutuhan perkuliahan/ seperti berdagang barang, menjadi pelatih olahraga panah di salah satu klub memanah Surabaya, sampai menjajal magang di Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Unair demi menambah pengalaman.

Beruntungnya, di semester lima, Noviana menerima beasiswa perusahaan swasta yang menunjang pendidikannya hingga akhir perkuliahan. skripsi berjudul pengadaan barang atau jasa pada badan layanan umum mengantarkan Noviana meraih indeks prestasi kumulatif (ipk) sebesar 3,94. Kini putri pasangan sutrisno dan karyatiningsih itu tengah melanjutkan karirnya disebuah kantor advokat.

Ke depan saya ingin melanjutkan kuliah S2 Hukum di Unair, untuk mewujudkan cita cita saya menjadi seorang hakim,” pungkasnya. (gibran/win)

Facebook Comments
%d bloggers like this: