Cakrawala News
Portal Berita Online
idul harita

Frida Kusumastuti : Warga Digital Indonesia Ini Jelas Harus Berbudaya

0 403

KABUPATEN CIREBON JABAR CAKRAWALA.CO – Budaya digital adalah budaya yang dibentuk oleh digitalisasi berbeda dari pendahulunya. Teknologi digital telah memungkinkan bentuk budaya yang lebih berjejaring, berpartisipasi, dan kolaboratif.

Menurut Miller (2012), karakteristik spesifik budaya digital dapat dijelaskan dengan jenis proses teknis yang terlibat, jenis bentuk budaya yang muncul, dan jenis pengalaman budaya digital. Proses teknis dalam budaya digital, setiap orang bisa memproduksi dan mengonsumsi konten digital, muncul bentuk budaya baru, transportasi online, bisnis online, economic sharing dll

“Warga digital Indonesia ini jelas harus berbudaya. Bayangkan keberagaman kita. Indonesia itu penduduknya 268 juta jiwa dengan 1331 suku, 6 agama, 245 kepercayaan, 716 bahasa daerah dan 20 partai politik menurut data di 2019. Semua ini diolah dari berbagai sumber Keberagaman ini bisa menjadi tantangan juga peluang,” ujar Frida Kusumastuti, Universitas Muhammadiyah Malang, dalam Webinar Gerakan Nasional Digital Literasi 2021 wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021).

ads harlah pkb

Dengan keberagaman tersebut, kita sebenarnya mampu memiliki banyak konten positif. Apa saja yang bisa kita lakukan yaitu memproduksi konten budaya dan kehidupan sehari-hari salah satunya. Kita juga bisa mendistribusikan cerita tentang seni dan budaya serta tatanan perilaku sosial.

Dalam konten semua bisa disuguhkan lewat penampilan dan kegiatan sehari-hari. Bisa juga dengan menceritakan dan membagikan ritual adat yang berlaku serta menampilkan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal.

Setelah bisa bikin konten budaya di ruang digital, kita juga harus kenal hak digital. Yaitu menjaga hak orang, reputasi orang, kenyamanan orang lain dalam hal memberi komentar, dsb. Ada beberapa hak menurut Frida yang harus diperhatikan.

  1. Hak untuk mengakses – ketersediaan infrastuktur, kepemilian dan kontrol layanan penyedia internet, kesenjangan digital, kesetaraan akses antargender, penampisan dan blokir.
  2. Hak untuk berekspresi – jaminan atas keberagaan konten, bebas mengatakan pendapat dan penggunaan internet dalam menggerakkan masyarakat sipil.
  3. Hak untuk merasa aman – bebas dari penyadapan massal dan pemantauan tanpa landasan hukum, perlindungan atas privasi hingga aman dari penyerangan secara daring.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Oktora Irahadi (Head of Communication Division Siberkreasi, CEO Infina), Bambang Bujono (Penulis dan Editor Independen), Sri Astuty (Universitas Lambung Mangkurat) dan Key Opinion Leader Ummi Kalsum.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.