Cakrawala News
Portal Berita Online

Forum P3U Surati KPK dan Kapolri Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Trans Utara Flores

0 138

NTT, CAKRAWALA.CO – Forum Peduli Pembangunan Pantai Utara (P3U) Flores Provinsi NTT, Ahmad Zaelani Zuhri segera berkirim surat secara resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kapolri, terkait adanya dugaan penyimpangan sejumlah proyek pembangunan jalan trans utara Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan material bahan yang berkualitas, sehingga banyak jalan yang rusak, meski baru saja dibangun.

Dari perjalanan Ahmad Zaelani Zuhri dan timnya dari Forum P3U, di beberapa ruas jalan trans utara Flores, dirinya mengambil kesimpulan banyak proyek jalan dikerjakan tidak profesional dan terkesan asal-asalan.

“Kami punya bukti-bukti yang sudah kami dokumentasikan. Dari penelusuran kami dengan melihat kondisi beberapa jalan trans utara flores, material yang digunakan tidak berkualitas sesuai dengan standar,” ungkap Ahmad Zaelani Zuhri.

Ditambahkan Ahmad Zaenal Zuhri, banyak jalan yang baru dibangun namun justru mengalami kerusakan, mulai tingkat sedang hingga rusak parah.

Sebenarnya, Pihaknya sudah menyampaikan kondisi proyek jalan ini agar mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Provinsi NTT dan juga Kepala BPJN X Kupang selaku pemilik proyek-proyek dimaksud.

“Selanjutnya kami akan bersurat secara resmi kepada KPK, Kapolri dan Kejaksaan Agung, beserta dokumentasi lengkap yang bisa dijadikan barang bukti,” ujar Zaelani Zuhri.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jalan Trans Utara Flores, NTT Mencuatkan aroma penyimpangan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan yang mendapatkan proyek dengan dana milyaran itu.

Indikasinya, meski jalan baru dibangun namun banyak ditemukan kondisi jalan yang sudah rusak dan berlubang. Ditengarai, banyaknya jalan yang rusak tersebut karena dikerjakan dengan asal-asalan dan tidak menggunakan material berkualitas sesuai dengan standart pembangunan jalan.

Banyaknya jalan trans utara Flores NTT yang mengalami kerusakan, mulai berlubang, jalan mengelupas hingga rusak parah ini ditemukan oleh Ahmad Zaelani Zuhri dari Forum P3U Flores. Menurut Ahmad Zaelani Zuhri, saat pihaknya melakukan pemantauan jalan dari Maumere ke Reo Kabupaten Manggarai ditemukan begitu banyak pekerjaan pembangunan jalan yang dianggapnya dilakukan asal-asalan.

“Hal itu dapat dilihat langsung pada konstruksi jalan yang kami lewati, baik itu Ruas Jalan Kabupaten, Ruas Jalan Provinsi dan Ruas Jalan Nasional. Kondisi Jalan di ruas trans utara flores ini banyak yang tidak layak dilewati dan berpotensi rawan kecelakaan, ancaman abrasi dan longsor,” ungkap Ahmad Zaelani Zuhri.

Hal ini, lanjut Zaelani Zuhri, terlihat pada paket pekerjaan Rehab Ruas Jalan Aeramo ~ Kaburea Tahun Anggaran. 2021 ~ 2022 (Dana Pinjaman Daerah ~ PT. SMI) yang dikerjakan oleh PT. Surya Agung Kencana (PT. SAK) diawasi oleh Konsultan CV. Disen Konsultan.

“Pada ruas ini pekerjaan terkesan asal jadi, material yang digunakan sebagai agregat tidak jelas spesifikasi kelas agregatnya, entah agregat A atau B atau timbunan yang dihampar di badan jalan. Butiran material lebih banyak butiran bulat dengan besaran rata-rata di atas 3cm,” ujarnya.

Tak hanya itu, Saat Zaelani Zuhdi bersama timnya masuk ke daerah Aeramo menuju Marapokot terlihat ada kegiatan yang dikerjakan PT. Pesona Karya Bersama untuk Paket Rehabilitasi Ruas Jalan Marapokot tampak pekerjaan aspal telah dilaksanakan. Ruas jalan ini sekitar 1 Km panjangnya.

“Karena telah diaspal maka tidak terlihat lagi konstruksi lapisan agregat seperti apa, namun dari butiran ditepi aspal terlihat batuan pecah yang ukurannya lebih kecil dari material diruas Aeramo –Kaburea,” tukasnya.

“Saat memasuki daerah marapokot kembali ditemukan kerusakan badan jalan setempat, dengan kondisi yang memprihatinkan, banyak pekerjaan tambal sulam lubang dibadan jalanyang sudah rusak. Padahal pekerjaan di ruas APBN ini baru selesai di PHO pada bulan Desember tahun 2021, Menurut informasi pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT. Surya Agung Kencana,” tegas Zaelani Zuhri.

Ketika pihaknya melanjutkan perjalanan ke arah barat melewati jembatan Alorongga, menuju arah Riung, kembali ditemukan proyek pekerjaan jalan. Kondisi yang sama kami temukan di lokasi, penggunaan material asal-asalan dan jenis agregat yang digunakan tidak jelas, butiran bulat dengan ukuran batu kisaran 3 cm sampai 5 cm yang didrop ke lapangan.

“Entah apa yang ada dipikiran Bapak Konsultan sehingga dibiarkan pekerjaan ini berlanjut. Kondisi terakhir material seperti urpil atau agregat B ini telah dihampar dan dipadatkan sama rata dengan aspal lama. Pasangan batu kelihatan dikerjakan asala jadi, menggunakan batu diameter over size 60cm sampai dengan 70cm, dan plat deuker juga terkesan dikerjakan asal jadi,” ” tuturnya dengan nada heran dan kesal.

Dari perjalanan “roadshow” Ahmad Zaelani dan timnya di jalan trans utara Flores NTT ini pihaknya menyimpulkan banyak proyek jalan tersebut yang dinilainya dikerjakan asal-asalan dan dengan material yang digunakan tidak berkualitas sesuai dengan standar, sehingga banyak jalan yang baru dibangun namun justru mengalami kerusakan, mulai tingkat sedang hingga rusak parah.(Mos/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.