Cakrawala News
Portal Berita Online

Forum Konsultasi Publik Ranwal RPJMD 2021, Walikota Blitar Respon Baik Masukan

0 333

BLITAR CAKRAWALA.CO, -Pemkot Blitar menggelar forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 bertempat di Sasana Praja, Kantor Walikota Blitar, Senin (8/3/2021).

Dalam forum tersebut, Walikota Santoso mendengarkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, praktisi, generasi millenial serta Ketua DPRD yang juga hadir di kesempatan itu yang mendapat giliran pertama menanggapi rancangan awal RPJMD yang telah dipaparkan oleh Pjs Sekda Kota Blitar.

“Tentunya tujuan akhir dari pembangunan pemerintah Kota Blitar adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu sebaiknya data base terkait kemiskinan, RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni), pengangguran dan lainnya agar segera diperbaiki karena sudah beberapa tahun ini masih menggunakan data yang lama. Dengan data baru dan valid tentu akan lebih sasarannya akan lebih tepat dan bermanfaat,” kata Syahrul Alim Ketua DPRD.

Menanggapi hal itu, Walikota Santoso sebelumnya mengucapkan terimakasih atas masukan tersebut. Ia mengatakan dalam hal ini sebenarnya Pemkot Blitar telah menggunakan data terkini dari BPS (Badan Pusat Statistik) dimana pemutahiran telah dilakukan selama 3 bulan melalui survey. Meski begitu pihaknya mengakui masih ada yang tidak sesuai atau berseberangan.

“Benar yang disampaikan Pak Syahrul, apapun program-program yang kita susun, tentunya harus berbasis data yang valid. Selama ini yang kita gunakan sebagai acuan menyusun data adalah berdasarkan dari BPS yang beberapa telah dilakukan update setelah melakukan survey selama kurang lebih 3 bulan. Kita akan konfirmasi lagi ke badan tersebut jika masih terdapat yang tidak sesuai agar disempurnakan”, ucap Santoso.

Usulan dan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat diantaranya mengenai kepemudaan, literasi perpustakaan, pendidikan agama dan lain-lain ditanggapi positif oleh Walikota Blitar termasuk diberlakukannya kembali 6 hari sekolah. Berdasarkan masukan dari berbagai kalangan, berlakunya full day school (5 hari sekolah) disamping memberatkan anak didik juga kurangnya pendidikan ekstra sekolah termasuk pendidikan keagamaan.

“Insyaallah tahun ajaran baru pada bulan Juli nanti, sekolah akan kembali 6 hari. Saya akan cabut Perwali yang lama kemudian saya terbitkan Perwali yang baru,” katanya. (Hms/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.