Forkot Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi di Gresik

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Lembaga Forum Kota (Forkot) Cabang Gresik, Jawa Timur kembali berunjukrasa, Rabu (7/8/2019) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat menuntut pengembangan kasus korupsi yang menjerat sejumlah pejabat di Gresik.

Menurut Forkot, kasus korupsi di Dinas Kesehatan dan Plt Kepala Badan pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik misalnya, seharusnya tidak hanya menjadikan kepala dinasnya sebagai tersangka, tetapi pasti ada pejabat lain yang menikmati hasil korupsi.

“Yang dijadikan tersangka hanya 1 orang saja, padahal tidak mungkin kejahatan korupsi dilakukan hanya oleh 1 orang saja,” ujar salah satu oratornya.

Sambil membentangkan spanduk berisikan tuntutannya, sekitar 20 orang pengunjukrasa tersebut juga tampil dengan setengah telanjang sebagai simbol matinya hati nurani dalam pengusutan kasus korupsi.

Selain itu, Forkot juga berkomitmen untuk terus mengawal kasus korupsi di Gresik hingga semua persoalannya tuntas.

“Kita akan mengawal kasus-kasus korupsi ini hingga ke tingkat pusat sekalipun,” tegas Farid Abdullah, Ketua Forkot Gresik.

Kasi Intel Kejari Gresik, Raden Bayo Probo Sutopo yang menemui pengunjukrasa berjanji akan menuntaskan semua kasus yang sedang ditangani secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Minggu depan kita akan mengundang teman-teman Forkot untuk menjelaskan secara rinci perkembangan hasil penyidikan kasus-kasus korupsi,” ujar Bayu Probo.

Awal Mei lalu misalnya, Kejari Gresik melakukan operasi Tangkap Tangan terhadap Plt Kepala Badan pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) M. Mukhtar (50). Pada OTT tersebut, penyidik Kejari menyita uang sebesar Rp 531,623 juta. (Zen)

Facebook Comments
%d bloggers like this: