Cakrawala News
Portal Berita Online

FKUB Motori Aksi Solidaritas Untuk Tragedi Rohingya.

4

CIANJUR, CAKRAWALA.CO-Tragedi Kemanusiaan Etnis Rohingnya di negara bagian Rakhine, Myanmar, mengundang banyak kecaman dan aksi solidaritas. Tak hanya di Ibukota, di Kabupaten Cianjur, yang terkenal dengan sebutan Kota Santri, tak tinggal diam, menyaksikan kekerasan terhadap Etnis Rohingya. Salah satunya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur menggelar silahturahmi, antar umat beragama, guna menyikapi tragedi kemanusiaan etnis Rohingnya, di Sekretariat FKUB, jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur, Kamis (7/9/2017).

Kegiatan dihadiri 41 orang perwakilan, diantaranya, Kepala Kesbangpol, Kemenag, Kejari, Kodim Polres Cianjur, Polsek Kota, MUI, Forum Pondok Pesantren (FPP), Tokoh Agama Islam, dan DPP Garis.. Tak hanya itu, tokoh Agama Non Islam juga terlihat menghadiri kegiatan tersebut (Budha, Hindu, Konghucu, kristen Katolik dan Protesten).

Salah seorang perwakilan FPP, Ustadz Abdul Wahid Al-Qudsi, mengatakan, silahturahmi yang dibalut dialog berjalan lancar. Seluruh perwakilan yang hadir sepakat, tentang beberapa hal yang dibahas saat dialog. Ada lima kesepakatan dalam silahturahmi itu.

ads bukopin

“Kesatu, setiap pemuka agama dan umatnya mengutuk tindakan pembantaian thd muslim Rohingya. Kedua, menuntut penghentian tragedi kemanusiaan genosida Rohingya,” kata Ustadz Abdul, Kamis (7/9/2017).

Ust. Abdul menuturkan, ketiga, setiap warga negara wajib, menjaga toleransi antar umat beragama. Keempat, mendesak pemerintah mengambil sikap dan diplomasi politik. Kelima dan terakhir, FKUB akan membentuk panitia donasi kemanusiaan, dari masyarakat Cianjur untuk disalurkan kepada korban, melalui Komite Cianjur Agamis (KCA).

“KCA sendiri saat ini telah membuat jadwal guna melaksanakan kegiatan panitia donasi kemanusiaan Rohingya,” tutur Ustadz Abdul Wahid Al-Qudsi, yang sebelumnya menjadi salah satu orator, saat aksi demo penolakan kebijakan Full Day School di Kabupaten Cianjur.

Ustadz Abdul Wahid Al-Qudsi menerangkan, Penggalangan dana KCA dijadwalakan akan dilakukan pada tanggal 11 hingga 21 September 2017. Setelah itu, pengambilan dan pengumpulan dana dari masyarakat ke KCA, dijadwalkan pada tanggal 21 hingga 25 september 2017 nanti.

“Seluruh dana yang terkumpul akan dikirimkan seluruhnya kepada korban kemanusiaan etnis Rohingya, pada tanggal 27 hingga 31 September 2017. Bahkan, KCA juga berencana membentuk relawan,” terangnya.

Ustadz Abdul Wahid Al-Qudsi, mengungkapkan, akan melakukan Tabligh akbar, di Kabupaten Cianjur. Sebagai salah satu bentuk mengecam dan aksi solidaritas kekejaman yang dilakukan kepada etnis Rohingya.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol), Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menyebut, agar masyarakat Indonesia dapat menyaring informasi yang beredar, melalui media sosial dan tidak memprovokasi untuk menyebarkan kebencian.

“Selain itu, kepada Cyber Crime Polri dan BIN, agar mendeteksi informasi yang berbentuk provokasi supaya tidak tersebar ke masyarakat lebih merebak atau lebih luas,” sebut Asep.

Asep menghimbau, perlu mengadakan kegiatan pembinaan di masing-masing ummat beragama. Sehingga, tidak menimbulkan permasalahan, yang akhirnya, akan memecah belah kerukunan ummat beragama di negara NKRI ini.

“Seluruh umat beragama, khususnya di Kabupaten Cianjur, diharapkan untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan, agar segala bentuk kekerasan atau genosida terhadap etnis Rohingya di Rakhine Myanmar, dapat segera dihentikan,” himbau Asep.***(ang/ d_hen)

Comments are closed.