Cakrawala News
Portal Berita Online

FKPT Gorontalo Terus Perangi Tindakan Kejahatan Terorisme

0 113

CAKRAWALA GORONTALO – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo terus memerangi tindakan kejahatan yang dilakukan terorisme.

Kali ini, hal itu diwujudkan dengan menggelar Talk Show Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi), Jumat (06/11/2020).

Dialog yang bertempat di Grand Q Hotel tersebut mengangkat tema “Pelibatan Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi dalam Rangka Pencegahan Terorisme Melalui FKPT Gorontalo”.

ads bukopin

Ketua FKPT Provinsi Gorontalo Ani M. Hasan yang juga menjadi narasumber dalam dialog mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan kegiatan talk show pencegahan terorisme.

Bahkan, FKPT Provinsi Gorontalo juga sudah sudah sering kali melakukan pelatihan kepada pegiat media untuk menjadi bagian dari pihak yang memerangi masalah terorisme.

Ia menjelaskan keberadaan media sangat penting dalam penyebaran informasi. Oleh karena itu, dirinya meminta agar dalam penyebaran informasi sebaiknya dilakukan klarifikasi mengenai hal tersebut.

“Karena kadang-kadang para penyebar informasi ini tidak melakukan saring sebelum men-sharing informasi,” katanya.

Ia juga mengajak kepada seluruh pihak, baik masyarakat, wartawan atau pegiat media sosial agar bisa sama-sama dengan FKTP untuk memerangi informasi hoax atau kabar yang dapat merugikan orang banyak.

Dalam dialog yang dibuka langsung Walikota Kota Gorontalo Marten Taha ini menghadirkan para narsumber lainya.
Misalnya, Mantan Narapidana Terorisme (Napiter) Yudi Zulfahri dan Mantan ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Yudi Zulfahri memaparkan orang-orang bisa terjermus dalam dunia terorisme salah satunya dipengaruhi oleh doktrin. Doktrin ini bisa langsung disampaikan orang-orang atau melalui informasi yang beredar.

Pihaknya mengimbau kepada semua yang hadir dalam kegiatan agar dapat menyebarkan informasi positif kepada publik.

Mengingat setiap apa yang disampaikan, semua itu pasti akan memberikan dampak, baik yang positif ataupun negatif.

“Misalnya dalam berita, ada Napiter yang sudah bebas. Itu jangan lagi diberitakan besar-besar seorang napi sudah bebas. Karena nanti dirinya tidak akan mudah terterima oleh masyarakat umum,” ucapnya.

Sementara itu, Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan keberadaan media sangatlah penting dalam memerangi tindakan terorisme.

Media dapat melawan stikma-stikma yang beredar bahwa terorisme itu diidentik dengan agama. Padahal, tidak demikian.

“Misalnya, katanya berjenggot, celana cingkran, padahal terorisme itu bukan dilihat dari penampilannya. Nah, ini yang menjadi tugas kita bersama untuk memerang hal tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga sempat menyinggung keberadaan media sosial yang banyak berisi informasi hoax. Di sisi lain, ketika akan melaporkan hal itu, banyak pihak yang tidak mempunyai akses yang jelas.

Ia meminta platfrom media sosial seperti facebook, twitter, instagram, you tube, whatsapp dan lain sebagainya agar dapat membuat kantor tersendiri yang berada di Jakarta.

“Jadi, kalau ada yang keberatan dengan postingan, itu bisa langsung mendatangi kantor ini. Nah, ini saya kira langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut,” tandasnya.

Kegiatan Ngopi Coi ini dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pihak panita penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat besar dan menjadi bagian dari pencegahan terorisme di Gorontalo.

(Aden)

Leave A Reply

Your email address will not be published.