Cakrawala News
Portal Berita Online

FKM Unair Kampus Pertama di Asia Ikuti Proses Akreditasi APHEA

0 63

SURABAYA, CAKRAWALA.CO- Akreditasi Internasional program studi menjadi salah satu keharusan kampus untuk bersaing di kancah internasional. Menyesuaikan berbagai tuntutan zaman dan sebagai pengakuan internasional, prodi S1 Kesehatan Masyarakat juga ikut terdorong untuk meningkatkan capaian pengelolaan internasional melalui akreditasi internasional. Upaya itu diawali oleh proses validasi kurikulum yang dilakukan selama satu tahun.

Lembaga yang ditunjuk untuk melakukan penilaian akreditasi internasional adalah Agency for Public Health Education Accreditation (APHEA). Tepat mulai hari Rabu 2 Oktober 2019 bertempat di Kampus C UNAIR, selama tiga hari, empat orang asesor APHEA akan melakukan peninjauan ke FKM UNAIR. Di antaranya mereka akan melakukan interview kepada pimpinan UNAIR, pimpinan fakultas, pimpinan program studi, alumni, dan juga mahasiswa.

“Supaya diakui secara internasional. Kita lebih mudah melakukan kerja sama internasional. Terutama pada proses transfer program dan student exchange. Riset dan publikasi juga lebih mudah karena kita lebih dikenal,” ucap Dr. Diah Indriani S.Si, M.Si Koordinator Prodi S1 Kesehatan Masyarakat.

(Kiri) Dr. Tri Martiana, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, dan (kanan) Dr. Diah Indriani S.Si, M.Si Koordinator Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Unair, menerangkan tentang FKM Kampus Unair yang mengikuti proses Akreditasi APHEA pertama di Asia. (Foto/Gibran)

Diah melanjutkan, dari list akreditasi prodi di seluruh dunia, UNAIR tercatat sebagai kampus pertama di Asia Tenggara yang menjalani proses akreditasi APHEA. Tentu, ini adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi seluruh sivitas Kesehatan Masyarakat UNAIR.

Dalam akreditasi itu, beberapa proses harus dijalani. Pertama, validasi kurikulum dan pemetaan kurikulum. Kurikulum yang ada harus terstandar kurikulum yang dimiliki APHEA. Kemudian, baru dilakukan validasi kurikulum.

Proses kedua, penyusunan self evaluation document, penyusunan validasi dokumen, review dokumen, menulis self evaluation document, baru dilakukan visitasi. Keseluruhan proses tersebut paling tidak memakan waktu hingga satu tahun lamanya.

Setelah menjalani visitasi, pengumunan akreditasi akan keluar dalam 3-4 bulan ke depan. Hasilnya, akreditasi akan muncul dalam dua kriteria, parsial atau full. Jika parsial, maka ada beberapa bagian yang perlu untuk diperbaiki lagi. (Gibran/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.