Cakrawala News
Portal Berita Online

Festival Kopi Garut, Hadirkan 250 Kelompok Petani Kopi

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Cuaca memang sedikit mendukung, selain mendung yang mengakibatkan suhu kota Garut serasa teduh dan sejuk, malah menjelang sore turun hujan rintik yang membangkitkan gairah untuk menikmati hangatnya secangkir kopi atau teh.

Naah…bagi anda yang kebetulan kini tengah menikmati akhir pekan atau liburan di Garut, Jawa Barat jangan lewatkan moment keren dengan dukungan cuaca yang sejuk segera kunjungi festival kopi terbesar di Garut untuk tahun 2019 ini.

Kehadiran festival produk unggulan Garut ini dijamin akan dapat memberikan sensasi tersendiri bagi para penikmat kopi. Di kawasan festival kopi anda akan dimanjakan dengan suguhan aneka ragam olahan kopi yang dapat mencairkan suasana dan jelas memberi kehangat pada tubuh saat rintik hujan mengguyur kawasan kota intan ini.

Sejak hari ini Sabtu (7/12/2019) hingga hari Minggu besok, festival kopi Garut secara resmi di buka Bupati Garut Rudy Gunawan sekaligus memberikan sensasi dan pilihan sajia kopi bagi para pecinta kopi.

Dengan muda anda akan menjumpai aneka ragam kopi terbaik arabika dari pegunungan khas Garut, yang bisa dinikmati di lokasi festival. Kopi arabika dari kawasan kaki pegunungan Papandayan misalnya sudah sangat terkenal dengan aroma dan rasanya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga Guna Santika, Festival Kopi Garut diharapkan mampu menjadi momen penting kebangkitan kopi asal Garut ke depan.

“Kami mengusung tema ‘Wancina Ngopi Suruput Kopi Garut’, sebagai semangat kebangkitan kopi Garut,”Kata Beni kepada sejumlah wartawan, Sabtu (7/12/2019).

Ia menyebut festival kopi yang dihelat dinasnya tersebut  dihadiri sekitar 250 kelompok petani kopi, yang berasal dari 28 kecamatan penghasil kopi di Garut.

“Di dalamnya ada kompetisi kopi dan minum kopi gratis bagi masyarakat,” ujarnya.

Beni menjelaskan bahwa saat ini produk kopi asli Garut telah menembus pasar kopi global, salah satunya ke pasar Taiwan dan Cina.

“Total sekitar 125 ton biji kopi Garut, dikirim ke dua negara Asia Timur tersebut. Kami akan terus bekerjasama dengan petani kopi, agar produksi kopi kita untuk ekspor terus meningkat,” katanya.

Seiring meningkatnya pamor kopi asal kota intan ini, lanjut Beni pihaknya akan terus berupaya mengembangkan sayap lahan produksi kopi Garut agar lebih besar lagi, hingga mencakup 42 kecamatan.

“Sedangkan saat ini produksi kopi Garut baru tersebar di 28 kecamatan dengan luasan lahan produksi kopi mencapai 6.000 hektar.  “Kami berharap produk kopi Garut lebih mendunia, sehingga bisa meningkatkan perekonomian petani Garut,” tukasnya.***jmb

%d bloggers like this: