Cakrawala News
Portal Berita Online

Festival Aksara Lontara Sulsel Hadirkan 3 Peneliti Lontara Dunia

0 31

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Festival tahunan untuk mengembalikan kejayaan aksara lontara, yang merupakan salah satu kewarisan budaya Sulawesi Selatan bakal digelar tahun 2020 mendatang.

Dalam kegiatan festival ini rencananya akan dihadiri 3 peneliti lontara duni,ketiga pakar atau peneliti lontara dunia siap menghadiri launching Festival Aksara Lontara 2020 melalui virtual pada 25 Juni 2020. Ketiga pakar yang akan tampil pada kegiatan itu yakni Sharyn Graham Davies (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud (University Malaya, Malasyia), serta Dr. Kathryn Wellen dari Researchers di KITLV Leiden University, Belanda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Mohammad Hasan Sijaya menyebutkan, keikutsertaan pembicara internasional ini membuktikan aksara lontara bukan hanya menjadi milik Sulsel. Aksara lontara juga milik dunia.

ads bukopin

“Kehadiran para peneliti internasional ini mengindikasikan bahwa lontara adalah warisan dunia. Ini tugas kita menjaga aksara dan budaya lontara melalui Festival Tahunan Aksara Lontara yang dimulai tahun ini. Doakan semoga dilancarkan,” ujarnya, Selasa (23/6).

Humas panitia pelaksana, Marlon mengatakan, kegiatan Festival Aksara Lontara 2020 tersebut akan dibuka Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Acara ini diikuti oleh sejumlah tokoh nasional dan budayawan.

Launching festival ini juga akan didukung sejumlah musisi dan seniman lokal milenial yang mempopulerkan budaya lokal. Seperti Muhammad Alifi dari Jeneponto, Duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad, Komika Makassar Baba Ong, dan Duta Baca Sulsel Rezki Amaliah Syafiin.

Lontara merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Bentuk aksara lontara menurut budayawan Prof Mattulada (alm) berasal dari “sulapa eppa wala suji”. Wala suji berasal dari kata wala yang artinya pemisah/pagar/penjaga dan suji yang berarti putri.

Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa eppa (empat sisi) adalah bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta, api-air-angin-tanah.

Huruf lontara ini pada umumnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk kasar (kira-kira sebesar lidi).

Dalam Festival Aksara Lontara 2020 ini nantinya bakal diadakan seminar aksara lontara dengan narasumber yang berkompeten, lomba karya tulis lontara tingkat sekolah dasar hingga SMA, dan juga pameran tulisan dan kaligrafi lontara.

Pada puncak acara Festival ini, juga akan dilakukan penetapan Hari Lontara untuk Sulawesi Selatan. Festival ini sendiri, sebagai wujud tanggungjawab moral media KabarMakassar dengan Tagline Rujukan Sulawesi Selatan, untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah setempat, khususnya tradisi literasi aksara lontara.(Rez)

Leave A Reply

Your email address will not be published.