Cakrawala News
Portal Berita Online

Fendi Famela Pernah Terpapar Covid 19, Kapok Melanggar Prokes

0 252

Oleh : Janur M Bagus

Mengambil pelajaran dari salah seorang warga Garut, Jawa Barat yang pernah terpapar covid 19 dan menjalani isolasi hingga beberapa pekan, akan menjadikan kita lebih hati hati dan waspada selalu dalam menjalani kehidupan di tengah Pandemi Covid 19 yang sudah memasuki dua tahun ini.

Tinggal di Kampung Situsaeur, Desa Situsari Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Fendi Famela (56) adalah salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Garut yang sehari-hari bekerja sebagai staf di salah satu bagian di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut.

ads harlah pkb

Ia tampak tengah berjemur matahi pagi sekitar pukul 08.00 WIB pada saat penulis mendatangi tempat kediamannya pada libur akhir pekan awal bulan Juni 2021 lalu. Fendi tampak sangat menikmati hangatnya sinar matahari yang menyinari bagian tubuhnya saat berjemur di pematang sawah yang letaknya tidak jauh dari rumah tempat tinggalnya.

Ia juga tidak lupa mengenakan masker standar kesehatan dan senantiasa menjaga jarak saat ada orang menghampirinya termasuk pada saat penulis mencoba mendekatinya, Saat diulurkan tangan untuk bersalaman Ia hanya membalas dengan merapatkan kedua telapak tangannya sambil mengangguk sopan.

“Maaf ya kita sekarang tidak bebas lagi bersalam seperti dulu, ini prokes yang memaksa kita harus menjalaninya,”Kata Fendi memberikan alasan agar tidak menyinggung yang lain pada saat mengajak salaman dan cukup dengan mengangguk dengan posisi telapak tangan rapat di dada dan menganggukan kepalanya.

Memang itu juga sudah sangat sopan bagi ukuran warga yang hidup ditatar Pasundan terutama di Garut, meski sebenarnya sebelum pandemi melanda, kami kerap kali bersalaman dan memeluk erat siapapun yang kita kenal pada saat bertemu.

Fendi juga seakan ingin membagikan pengalamannya saat ia harus menjalani isolasi dan perawatan medis hingga beberapa pekan setelah dirinya dinyatakan terpapar covid 19.

“Awalnya saya hanya demam tinggi dan merasa sebagai demam biasa yang berakibat dari kelelahan, namun karena hasil pemeriksaaan, dokter menyebut saya juga ada kolesterol dan beberapa gejalan sakit lainnya yang mengharuskan tes swab Antigen dan hasilnya membuat saya lemas dan semakin menjadi merasakan sakit hingga harus berbaring lemah di ruang perawatan covid 19 Rumah Sakit Nurhayati Garut,”papar Fendi menceritakan ihwal dirinya terpapar covid 19.

Fendi menyebut dia tidak mengetahui secara pasti kontak erat dari mana dirinya bisa terpapar covid 19 karena tidak memiliki riwayat perjalanan luar kota pun demikan tidak menghadiri acara yang banyak dihadiri orang.

“Saat itu saya shock juga dan mental kurang siap terlebih ada stigma negatif di Kampung pasca rumah di semprot disinfektan serta seluruh anggota keluarga juga harus di swab Antigen semua. Namun Alhamdulillah semua orang rumah negatif covid 19,”ungkapnya.

Pelajaran berharganya, lanjut Fendi kita jngan pernah lalai dan mengangap enteng sekecil apapun potensi penularan covid segera hindari dan jangan pernah lupa selalu memakai masker dan menjaga jarak serta menghidari kerumunan,

“Itu Protokol kesehatan itu memang penting meski kadang memang menyiksa kalau kita tidak mau membiasakan,”imbuhnya,

Fendi menambahkan semenjak dirinya dinyatakan positif covid 19, semenjak itu pula senantaisa berhati hati dan semakin yakin bahw pola hidup sehat dengan Protokol kesehatan itu benar-benar penting.

“kemanapun saya sekarang tidak pernah lupa masker, pulang kerja langsung balik kerumah tak pernah mampir kesana kemari apalagi bergabung dipusat-pusat keramaian orang, saya kapok dirawat diruang Isolasi,”tuturnya,

Fendi tidak menampik jika pelayanan bagi pasien civid 19 dengan adanya penyakit penyerta lainnya mendapat pelayanan yang sangat bagus, selain fasilitas  perawatan yang bagus, suplai makanan juga sangat baik.

“kalau utuk urusan makanan dan layanan saya rasa bagi pasien covid yang saya alami sangat baik, tetapi lebih baik dan lebih enak sehat dan tetap berada di rumah dengan rutinitas kerja,”katanya.

Saat ini Fendi sudah kembali aktif bekerja di Kantor Diskominfo Kabupaten Garut dengan segal;a protokol kesehatan yang ia sangat perhatikan dan selalu mewanti wanti kepada semua rekannya bahwa covid 19 itu sudah seharusnya diwaspadai dengan taat protokol kesehatan serta senantiasa saling mengingatkan.

“kalau untuk pengalaman agar dapat dapat sembuh dari paparan covid yang saya alami cukup banyak istigfar serta mencoba untuk senantias mampu mengendalikan diri tidak strees dan tidak banyak pikiran yang enggak-enggak tetap  fokus dan memiliki hati yang lapang, itu aja,”pesan Fendi mengkahiri perbincangan dengan penulis.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.