Fasilitas Taman Wisata Alam Papandayan Makin Lengkap dan Mudah Dijangkau

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat terus melakukan upaya penataan dengan melengkapi fasilitas pendukung yang dapat memanjakan para pengunjung di objek wisata dengan ketinggian  2.665 diatas permukaan laut.

Pada liburan Lebaran 1440 H/ 2019 M Kawasan TWA Papapandayan menunjukan trend yang terus meningkat dengan minat para pengunjung yang datang terus naik hingga menyentuh angka lebih dari 1500 orang perhari pada musim lebaran tahun ini.

“Trendnya memang terus naik, dari tahun ke tahun setiap musim liburan termasuk saat lebaran seperti ini kami mendapatkan kenaikan pengunjung 10 hingga 30 persen dari kunjungan hari-hari biasanya,” kata Tri Persada Direktur Utama PT. Alam Indah Lestari pengelola TWA Gunung Papandayan kepada cakrawala.co, Minggu (9/6/2019).

Menurut Tri,  TWA Papandayan selalu menjadi pilihan lokasi wisata pada musim liburan seperti musim libur lebaran saat ini, karena pihaknya senantiasa memberikan sentuhan inovasi pada kawasan dengan melengkapi fasilitas dan memberikan kemudahan akses bagi para pengunjungnya.

“Inovasi-inovasi terus kami hadirkan disini untuk memberikan sensasi bagi para pengunjung terutama dengan menambah fasilitas penunjang untuk meudahan akses ke titik lokasi yang ingin dikunjunginya,”ungkapnya.

Tri menyebut di TWA Papandayan, ia telah membuat jalur khusus yang dapat dilalui sepeda motor agar sampai di mulut kawah bagi para pengunjung yang memang menginginkannya.

“Pengunjung saat ini dapat mengakses bibir kawah dengan menaiki sepeda motor dengan pengendara yang sudah disiapkan dan terlatih. kami berinama mereka ini wara-wiri tentunya siap megantar para pengunjung sampai dibibir kawah,”katanya.

Tak hanya itu fasiltas pendukung lainnya sudah dibangun  jalur untuk Jogging Track dimana akan memberikan banyak pilihan bagi pengunjung untuk menikmati liburan di TWA melengkapi sejuknya udara pegunungan yang melegakan dada.

“Jalur Jogging Track kita bangun disekitar kawasan camping ground sehingga cocok dan dapat dinikmati bagi para pengunjung yang menginap atau bisa sambil rileksasi karena traknya juga cukup landai dengan bentangan mencapai 500 meter,”kata Tri.

Tak jauh dari kawasan jalur Jogging Track, lanjut Tri, pihaknya juga menampung mata air yang berada disalah satu titik dilokasi TWA sesuai dengan julukan warga setempat sebagai Cikaramat atau sumber mata air Keramat.

“konon mata air ini sudah ada sejak pertama kali gunung Papandayan dijamah penduduk dan pada saat musim kemarau panjang sekalipun air itu tetap mengalir tidak pernah surut,”ungkapnya.

Kini sumber mata air Cikaramat sudah ditampung menggunakan bak penampungan sehingga terlihat jernih karena berasal langsung dari sumbernya, dan kandungan belerang di dalamnya, diyakini warga sekitar dapat mengobati berbagai penyakit.

“Sebelumnya dilokasi Cikaramat ini memang minim fasilitas yang dibangun sehingga potensi Cikaramat belum dapat dinikmati sepenuhnya oleh para pengunjung. Nah saat ini kami optimalkan agar memberikan kepuasan bagi para pengunjung disini,”Imbuh Tri menambahkan

Menurut Tri hadirnya beberapa fasilitas baru berupa Jogging Track, jalur sepeda motor menuju kawah hingga air Cikaramat menjadikan TWA Papandayan makin mempesona bagi para wisatawan pada saat mengisi musim liburan.

“Ini melengkapi fasilitas sebelumnya dimana kami punya hamparan taman bunga Adelewis, Cottage bambu gunung Papandayan bagi yang berhasrat untuk bermalam atau area camping ground dengan fasilitas tenda dan kelengkapan lainnya yang telah disediakan.”paparnya.

Selama pengunjung bermalam di kawasan TWA, Tri menjamin seluruh keamanan dengan menyertakan petugas untuk berpatroli secara rutin, sehingga para pengunjung yang bermalam akan menikmati kenyamanan tersendiri.

Nada (19) salah seorang gadis asal Kota Tanggerang Banten menyatakan kekagumannya saat ia pertama kali menginjakan kakinya di kawasan TWA Papandayan ini.

Menurutnya hasrat ingin tahu dan menikmatiindahnya Kawah Gunung Papandayan membawanya nekad berangkat bersama rekan-rekannya pada libur lebaran tahun ini.

“saya searching di google mamang banyak banget spot yang ditawarkan disini, suasananya juga benar-benar indah,”Kata dara manis itu tampak senang berada di bibir kawah Papandayan.

Ia pun tak henti-hentinya mengabadikan diri dengan berpoto selfie sambil sesekali merekam melalui camera video diponselnya untuk menggambarkan keindahan alam Papandayan yang dikunjunginya.

“Pokonya benar-benar seru. Saya juga memilih naik kekawah berjalan kaki karena ingin sambil berpoto selfie kalau naik motor gak dapat menikmati detailnya,”ucapnya sambil menghela nafas.

Bersama Nada memang ada ratusan pengunjung lainnya yang berada persis dibibir salah satu kawah yang paling dekat pada jangkauan pengunjung sehingga kepulan asap berbau belerang sangat kental terasa dilokasi tersebut.

Nada juga menyebut dirinya akan mencoba berenang di air hangat yang mengandung belerang di kolam renang yang berada dihamparan bagian bawah TWA papandayan.

“Turun dari sini saya mau berenang juga sambil menikmati hampata Taman Adelewis di bawah,”sebutnya sambil bergegas turun dari arah kawah.

Tak mengherankan, sejak pertama kali dibuka pada tiga tahun lalu, kehadiran TWA Papandayan dengan sejumlah fasilitas yang selalu dipenuhi pengunjung yang datang.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: