Cakrawala News
Portal Berita Online

Fakultas Hukum Undip Gelar Pengabdian Masyarakat Cegah Radikalisasi

0 303

KARANG ANYAR, JAWA TENGAH, CAKRAWALA.CO – Fakultas Hukum, Undip,  Bagian Hukum Tata Negara (HTN) dan Pidana, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan  Karanganyar,  Kabupaten  Karanganyar,  kamis-sabtu  (29-31/8/2019). Pengabdian masyarakat  yang dikemas dalam bentuk sarasehan  ini,   mengambil tema “Pancasila Sebagai Identitas Bangsa” dan  melibatkan  nara sumber para pengajar di  bagian HTN dan Pidana.

Sarasehan yang digelar  di aula  kantor Kelurahan Gayamdompo, mendapatkan sambutan meriah dari seratus peserta  yang  berasal dari  perangkat desa, tokoh  masyarakat, ketua LPMK,  ketua LINMAS, para pemuda dan remaja  dari  Karang Taruna.  Tampil sebagai  pembicara  Untung Dwi Hananto, SH. MH, Amiek Soemarmi, SH. M.Hum, dan Dr. Pujiyono, SH. M.Hum, menyampaikan materi Pancasila Sebagai Identitas Bangsa serta Ancaman Radikalisme dan Terorisme.

Kepala Bagian HTN FH Undip, Dr. Ratna Herawati, SH, MH, membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat di aula Kelurahan Gayamdompo, Karanganyar. (foto: Syam)

Mewakili Dekan, Kepala  Bagian HTN FH Undip, Dr. Ratna Herawati, SH, MH,  dalam sambutannya saat  membuka  sarasehan,  menyatakan  kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan  kewajiban  Perguruan Tinggi  ikut melestarikan nilai-nilai  Pancasila kepada masyarakat.

Menurut Ratna,  saat  ini  mendesak  untuk  memahami kembali jati diri, karakter dan identitas bangsa Indonesia,  terutama menghadapi fenomena akhir-akhir  ini mengenai keberadaan Pancasila. “Saat ini bangsa Indonesia menghadapi ancaman radikalisme, akibat  mulai lemahnya pemahaman Pancasila. Karena itu, masyarakat harus kembali melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”  kata Ratna, Kamis (29/8/2019)

Untung Dwi  Hananto  menyampaikan materi pentingnya Pancasila  dalam  menangkal  ancaman radikalisme.  Menurut  Untung  radikalisme  adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik, atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Contoh dari radikalisme adalah aksi nekad dilakukan para pelaku bom bunuh diri. “Upaya  membentengi  radikalisme tersebut  adalah  kembali  memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” kata Untung.

Amiek Soemarmi  menyatakan  permasalahan radikalisme di Indonesia harus diwaspadai karena mengganggu eksistensi Pancasila. Amiek Soemarmi mengungkapkan terjadinya terorisme dan radikalisme,  merupakan bukti adanya proses penghilangan Pancasila dari kehidupan bermasyarakat. “Hilangnya Pancasila tidak hanya dinilai dari adanya budaya asing yang diterapkan oleh remaja-remaja, tetapi juga akibat gerakan terorisme dan radikalisme,” ungkap Amiek.  Amiek berharap  generasi muda, termasuk   yang tergabung dalam  Karang Taruna mengambil peran aktif  dalam  pelestarian  nilai-nilai Pancasila  ini. “Karang taruna sebagai penerus bangsa yang paham Pancasila  sebagai identitas nasional,   kini  menjadi  harapan kami  dari Fakultas Hukum  Undip.”  Ungkap  Amiek yang disambut tepuk tangan para peserta sarasehan.

Pembicara Sarasehan : Dr. Pujiyono, SH, MHum, Amiek Soemarmi, SH MHum, Untung Dwi Hananto, SH, MH, bersama moderator Dr. Amalia DIamantina, SH. M.Hum (Foto : Syam)

Sementara itu, Pujiyono menyampaikan  materi tentang “Terorisme, Kemanusian dan Pendanaan.”  Menurut Pujiyono, terorisme terjadi akibat radikalisme. Terorisme  merupakan kejahatan kemanusian  dan  perbuatannya  dilarang  oleh agama. Pendanaan  merupakan salah satu faktor utama dalam setiap aksi terorisme, sehingga upaya penanggulangan tindak pidana terorisme harus diikuti dengan upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap pendanaan terorisme. “Aksi terorisme menimbulkan kerugian luar biasa,  maka ancaman hukuman sebagai  penyedia dana  juga berat, yaitu hukuman  lima belah tahun penjara. Karena   itu masyarakat diminta waspada, jangan sampai terjerat atau ikut  terlibat dalam aksi terorisme,” ucap Puji.

Selain sarasehan “Pancasila sebagai Identitas Bangsa”,  Fakultas Hukum  Undip  juga melakukan sejumlah kegiatan di  lokasi pengabdian, seperti menggelar  diskusi tentang  nilai dan manfaat kegotong-royongan  serta pendampingan pembangunan gapura “Selamat  Datang”.

Lurah Gayamdompo, Suwardi, SH, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya  pengabdian masyarakat dan sarasehan yang digelar FH Undip. “Kami seluruh warga Gayamdompo telah  mendapatkan pencerahan kembali  mengenai  pentingnya pemahaman Pancasila.  Dan  berharap semoga warga kami  bisa  menerapkan  nilai  nilai falsafah Pancasila tersebut  dalam kehidupan nyata sehari-hari,” kata Suwardi.   (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.