Cakrawala News
Portal Berita Online

Event Charismatic Batik Festival 2019 Batal, Bagus Panuntun : “Ini merusak citra Kota Madiun yang sedang merangkak naik.”

0 63

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Terkait event Charismatic Batik Festival 2019 yang secara sepihak ditunda oleh Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Madiun, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun, Bagus Panuntun sangat menyayangkan keputusan tersebut.

Bagus mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Disbudparpora, yakni dengan menghubungi Rita selaku Kepala Bidang dan Dewanto selaku Kepala Seksi yang membawahi, namun tidak memperoleh jawaban yang jelas dan pasti.

“Pihak Disbudparpora hanya memberikan jawaban mengambang. Alasannya yang mengetahui dan berhak memberikan jawaban hanya Kepala Dinas,” tutur Bagus menirukan jawaban mereka.

ads bukopin
F. Bagus Panuntun, Ketua Fraksi Mantab DPRD Kota Madiun.

Tak berhenti sampai disitu, Ketua Fraksi Mantab DPRD Kota Madiun ini juga mengkonfirmasi kepada pihak Event Organizer (EO) selaku eksekutor acara. Secara teknis pihak EO mengaku sudah siap. Namun mereka kaget atas keputusan mendadak Disbudparpora yang secara sepihak memberitahukan masalah penundaan ini.

“Bukan hanya EO saja yang kaget, namun melihat reaksi dari teman – teman dari Dinas lain pun juga kebingungan mengetahui hal ini,” kata Dia.

Bagus menambahkan, melihat histori sebelumnya, Disbudparpora ini juga selalu menjadi sorotan saat menyelenggarakan sebuah kegiatan, karena hasil yang kurang maksimal. Bagus menyebut acara Grebeg Maulid yang sepi pengunjung misalnya, hingga membuat Walikota Madiun Maidi marah, karena persiapan yang kurang matang dan terkesan hanya menjalankan kewajiban semata.

“Ini (Charismatic Batik Festival, red) kan sudah pelaksanaan tahun ke 3, seharusnya ini bisa mengundang orang dari luar kota, tapi kenapa sekarang terkesan orang – orang dari luar kota ini terkesan ditendang. Dalam artian, Tiba – tiba tanpa alasan yang jelas, event ini dibatalkan sepihak,” kata politisi Partai Solidaritas Indonesia dari dapil II Taman ini.

Bagus menilai perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja Disbudparpora. Hai ini terkait bagaimana mereka merencanakan sebuah program kegiatan, hingga pada hari H pelaksanaan. Dengan banyaknya pihak yang dikecewakan ini, ia mengkhawatirkan citra Kota Madiun yang sedang merangkak naik menjadi Kota Pintar.

Menanggapi komentar – komentar yang masuk di akun resmi instagram @disbudparpora.kotamadiun, atas postingan pemberutahuan penundaan acara Charismatic Batik Fesitival, bagus berharap situasi “panas” ini dapat segera diredam. Yakni dengan memberikan klarifikasi resmi tentang alasan penundaan. Ia menilai jawaban yang diberikan oleh admin tidak seperti yang diinginkan oleh peserta. Nomer narahubung yang tercantum dalam famplet pun juga tidak dapat dihubungi.

“Hal ini sudah menjatuhkan nama Kota Madiun. Kita “jor-joran” mengangkat Kota Madiun, tapi justru sekarang terkesan dijatuhkan. Bahkan dari tahun ke tahun saya belum melihat hasilnya,” tegasnya.

Harapannya ini menjadi evaluasi pada kegiatan tahun berikutnya. Mulai dari perencanaan, jadwal kegiatan, anggaran, hingga pelaksanaan. Sebab secara tegas Walikota Madiun sudah memberikan instruksi dalam pidato sosialisasi Perda, yang meminta anggota DPRD Kota Madiun untuk mengevaliasi kegiatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2019.

“Kita mau menganngkat Kota Madiun, tapi Dinas Pariwisatanya gagal total, karena tidak membuat konsep yang baik. Ini sangat beresiko terhadap nama Kota Madiun. Harapan saya Walikota bisa sedikit bertindak tegas terhadap Dinas yang bersangkutan,” pungkasnya.*(Ayu/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.