Cakrawala News
Portal Berita Online

Etika-etika di Ruang Digital

0

KABUPATEN CIANJUR JABAR CAKRAWALA.CO – Dalam waktu satu menit, jutaan orang berinteraksi dan memanfaatkan berbagai platform digital. Saat mengakses internet, penting sekali bagi kita untuk mengutamakan etika supaya aktivitas bebas berekspresi dan mencari informasi tetap bertanggungjawab dan aman.

Survei dari Microsoft menyatakan bahwa indeks kesopanan masyarakat Indonesia paling rendah di ruang digital. Sebagai masyarakat yang terkenal ramah di dunia nyata, hal ini tentu tidak sesuai dan berbanding terbalik. Karena itu, setiap menggunakan internet kita harus beradab dan sesuai etika dengan menggunakan netiket.

Untuk bisa lebih sopan, santun, dan beretika di dunia maya itu harus ingat keberadaan orang lain. Di media sosial, kita berinteraksi dengan manusia, ujar Astri Dwi Andriani sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Putra Indonesia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021).

Kemudian, taat kepada standar perilaku online yang sama seperti di dunia nyata. Saring setiap hal apapun yang ingin kita lakukan di media sosial, hormati juga waktu dan kuota internet orang lain. Tentunya, kita harus menggunakan bahasa yang baik dan sopan.

Ketika menggunakan media sosial, penerapan etika juga terlihat saat kita menyebarkan konten. Biasakan diri untuk menyebarkan konten yang penting dan bermanfaat, hindari konten negatif mengandung SARA, kekerasan, dan sejenisnya. Sebelum menyebarkan informasi, periksa kembali kebenarannya dan hindari membagikan informasi pribadi. Jangan menelan mentah-mentah sebuah informasi yang didapatkan dari internet.

“Posting yang penting, bukan yang penting posting. Rumusnya itu berpikir dulu sebelum posting sesuatu, tegasnya.

Pada akhirnya, postingan di media sosial menggambarkan diri kita di dunia nyata. Media sosial sekarang ini menjadi CV digital, tidak jarang juga sekarang perusahaan menilai calon karyawannya lewat media sosial. Oleh karena itu, lebih bijak dan beretika dalam menggunakan media sosial.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Asep Rudiana (Kepala Sekolah SMKN 10 Garut), Atib Taufik Ibnu Bahrum (Ketua MGMP Kota Depok), Mario Devys (Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia), dan Rio Silaen sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.