Cakrawala News
Portal Berita Online

Erma : Kader NU Bekerja Dari Desa Untuk Bangun Bangsa

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Siti Mukaromah SAg MAP, anggota DPR RI dari Fraksi PKB serukan implementasi UU Desa untuk serap aspirasi warga NU. Hal itu disampaikan dalam temu tokoh dari jajaran PCNU, PKB dan MWC NU se Kabupaten Banyumas pada Sabtu (11/1) di Purwokerto.

“Kader NU bekerja dari desa untuk bangun bangsa,” tegasnya.

Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah mengatakan, kebijakan pemerintah terhadap UU Desa harus diwarnai dengan keterlibatan kader NU. Menurutnya, dengan adanya keterlibatan yang aktif, pembangunan di desa lebih berkembang dan menyentuh seluruh aspek kehidupan warga desa termasuk warga NU itu sendiri.

“Desa adalah gerbang terdepan akan maju atau mundurnya sebuah pembangunan. Untuk itu, dengan UU Desa dan penggelontoran Dana Desa sampai Rp 87 triliun dialokasikan untuk membangun desa, harus ada peran aktif semua pihak termasuk kader NU,” tegasnya.

Selain menyampaikan tentang penyerapan aspirasi warga NU dalam implementasi UU Desa, Erma juga mensosialisasikan UU Pesantren.

“Mabda Siyasi PKB selaras dengan NU,
PKB mengambil posisi terdepan dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia. Sebagai buktinya, PKB membidani UU pendidikan keagamaan dan Pesantren,” jelasnya.

Menurut Erma, pondasi ahlak bernegara berasal dari pendidikan Pesantren. Sehingga, manajemen pesantren harus dipersiapkan supaya saat implementasi UU Pesantren tidak ada kendala.

“Pesantren harus siap menerima perubahan-perubahan baru yang positif demi pengembangan pendidikan di pesantren dan madin,” katanya.

Terkait dengan program yang ada PKB, Erma menegaskan akan komitmen dalam Pengembangan Usaha Ekonomi masyarakat. Erma mengajak NU di Banyumas bersama badan otonom bisa memiliki kemandirian ekonomi.

“Jangan malu, waktunya bangkit mulai dari ranting sampai tingkat PC bisa memiliki unit usaha untuk membiayai operasional kelembagaan,” katanya.

Selain itu, lanjut Erma, dalam bidang Dakwah, PKB juga senantiasa berusaha agar dakwah NU terus dikembangkan. Pasalnya ditengah merebaknya banyak aliran-aliran yang menjurus pada ajaran islam garis keras atau ekstrim kanan, semakin mewarnai dakwah Islam. (Agus Munandar/cakrawala.co)

%d bloggers like this: