Cakrawala News
Portal Berita Online

Erdogan Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia Pasca 9 Dekade Jadi Musium

0 31

Presiden Turki Tayyip Erdogan bergabung dengan jamaah akbar untuk untuk sholat Jumat perdana di Hagia Sophia pasca sembilan dekade ditetapkan sebagai Musium oleh UNESCO. Umat Muslim di Turki sangat antusias untuk Sholat Jumat baik di dalam dan di luar Masjid Hagia Sophia yang diperkirakan mencapai puluhan ribu jamaah.

Setelah Adzan dikumandangkan dari empat menara di sekeliling masjid, yang dindingnya berwarna merah muda mawar dan kubah abu-abu besar telah mendominasi Istanbul sejak zaman Kristen Bizantium, ratusan Jamaah Akbar berlutut dan berdoa di dalam gedung.

Sementara,  dalam pantauan gambar dari reuters.com Jumat (24/07/2020), puluhan ribu Jamaah Sholat Jumat membudlak hingga di lapangan umum dan di trotoar, masuk ke ruang-ruang di antara mobil atau di kafe.

ads bukopin

Masjid Hagia Shopia diubah menjadi museum setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman pada tahun 1934 oleh pendiri sekularis Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk.

Lukisan dan ornamen Kristiani ditutup tirai putih dengan menggunakan mekanisme khusus selama waktu sholat tetap  dipertahankan.

Gedung ini dibangun pada abad keenam sebagai katedral namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman, biasa disebut juga dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Presiden Erdogan mengenakan penutup kepala berwana putih, membaca bacaan Alquran sebelum Menteri Agama Turki Ali Erbas memberikan Kutbah Jumat kepada para jamaah.

“Kerinduan bangsa kita (Turki-red), yang telah berubah menjadi patah hati, akan segera berakhir hari ini,” kata Erbas dari mimbar, memegang pedang di tangannya – sebuah tradisi bagi para pengkhutbah di masjid-masjid yang telah ditaklukkan.

“Insya Allah, kami akan melanjutkan tradisi ini di masa depan,” kata agen Anadolu mengutip Erbas ketika ia meninggalkan masjid.

Para pejabat mengatakan bahwa mosaik dan seni berkilauan lainnya di aula utama akan disembunyikan selama waktu sholat, tetapi akan tetap terbuka di bagian lain bangunan.

Sebelumnya, Kepolisian membuat beberapa pos-pos pemeriksaan di sekitar Masjid Hagia Sophia yang mengakibatkan terjadinya antrian. Setelah melalui pemeriksaan, para jamaah duduk terpisah.

Menurut harian Turki Hürriyet seperti dilansir dari bbc.com, sajadah Masjid Hagia Sophia terbuat dari bulu domba 100% berwarna hijau dengan motif Ottoman abad ke-17 di dalam Masjid.

Menurut Yunus Genc, dari Anatolian Youth Association, organisasinya memperjuangkan hal ini selama bertahun-tahun termasuk mengadakan Sholat Jumat diluar Musium Hagia Shopia kala itu. “Hagia Sophia adalah simbol dan kami, seperti Muslim lain, ingin dibuka sebagai masjid…Saat Sultan Mehmed, sang penakluk datang ke Istanbul, ia membeli Hagia Sophia dengan uangnya sendiri sebagai simbol penaklukkan dan ingin dijadikan masjid.” Ujar Genc.

Penetapan Musium Hagia Sophia menjadi Masjid  oleh Presiden Erdogan dilakukan setelah pengadilan membatalkan status bangunan ikonik UNESCO pada tanggal 10/07/2020 lalu. Selama 17 tahun pemerintahannya, Erdogan telah memperjuangkan Islam dan ketaatan beragama dan mendukung upaya untuk mengembalikan status masjid Hagia Sophia. Dia mengatakan umat Islam harus dapat berdoa di sana lagi dan mengangkat masalah – populer dengan banyak orang Turki pemilih AKP yang saleh – selama pemilihan lokal tahun lalu.

Erdogan telah membentuk kembali republik modern Turki, yang didirikan hampir seabad yang lalu oleh sekularis Mustafa Kemal Ataturk, mencabut larangan jilbab Muslim di lembaga-lembaga negara, mempromosikan pendidikan agama dan menjinakkan militer Turki yang kuat, yang pernah menjadi benteng nilai sekuler Ataturk.

“Hagia Sophia akan terus melayani semua orang yang percaya sebagai masjid dan akan tetap menjadi tempat warisan budaya untuk semua umat manusia,” kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa dia ingin “mengunjungi makam Sultan Mehmet Sang Penakluk, pemilik sebenarnya”.(sdk/dari berbagai sumber)

Leave A Reply

Your email address will not be published.