Cakrawala News
Portal Berita Online

Epidemiolog: Kasus Covid Turun, Pemerintah Tidak Bohong

0 3.357

JAKARTA. CAKRAWALA.CO–Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Pandu menyebut, kunci kesuksesan pananganan Covid-19 adalah adanya koordinasi dan komunikasi intens antara pusat dan daerah.

Hal tersebut dikatakan Pandu Riono saat mengomentari rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia bertajuk Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Pandemi, Pemulihan Ekonomi dan Demokrasi, yang dilakukan secara virtual, pada Minggu (26/9/2021).

Hasil survei Indikator Politik Indonesia, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Pemerintah Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19. Responden ditanya; apakah cukup puas, kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo dalam menangani wabah virus Corona.

Rinciannya adalah; Sangat puas sebesar 4,8 persen, cukup puas sebesar 57 persen, kurang puas 31 persen, dan tidak puas sama sekali sebesar 2,9 persen.

“Mayoritas responden mengaku puas atau sangat puas dengan kerja Presiden dalam menangani wabah COVID-19, sebesar 57 persen. Tingkat kepuasan tidak berubah dalam dua bulan terakhir,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi

Salah satu kebijakan yang dinilai berhasil menekan angka penularan Covid-19 adalah pemisahan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. PPKM Jawa-Bali dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Sedangkan untuk luar Jawa-Bali, tetap dipimpin oleh ketua Komite Pananganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN yang juga Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pandu Riono menilai, turunnya angka penyebaran COVID-19 di Jawa-Bali tak terlepas dari penerapan PPKM levelisasi.

“Secara bertahap saran-saran dilakukan dan PPKM diganti levelnya, level 4, 3, 2, 1, supaya memberikan efek psikologis. Karena kan PPKM ini bisa berlangsung lama. Mungkin suatu saat nanti, PPKM itu dipertahankan di level 1 terus, supaya kita bisa menekan pandemi. Level 1 itu ya seperti penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap kegiatan, dan semua harus sudah vaksin,” ungkapnya.

Pandu sendiri mengaku kaget, angka penyebaran COVID-19 di Indonesia bisa turun dengan cepat. Karena itu, lanjutnya, tak heran jika negara-negara lain juga mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Pemerintah tidak bohong soal penurunan ini.

Seperti diketahui, sejumlah lembaga dunia mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Selain Bank Dunia, universitas ternama di Amerika yang juga diakui dunia, Johns Hopkins University, bahkan menyebut penanganan Covid-19 di Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Johns Hopkins University mengapresiasi penanganan Covid-19 di Indonesia, karena mampu menurunkan angka kasus hingga minus 58 persen dalam kurun waktu dua minggu.

Baru-baru ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga meraih penghargaan dari Priyadarshni Academy India, dalam acara ‘Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery’ yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (20/9/2021) malam.

Menko Airlangga Hartarto dinilai telah berhasil memulihkan ekonomi Indonesia dengan baik, bersamaan dengan pananganan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Priyadarshni Academy merupakan sebuah lembaga non-profit yang berbasis di India, namun kiprahnya telah mendunia, yang bergerak di bidang kemanusiaan, sosial budaya dan edukasi.

Kembali ke Pandu Riono, ia mengingatkan pemerintah dan mengajak masyarakat untuk tidak terlena dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Menurutnya, masa seperti saat ini harus dimanfaatkan untuk terus berbenah guna meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat.

“Jangan lengah. Kita alami lonjakan kedua karena masuknya varian Delta itu bulan Juli. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada supaya tidak terjadi lonjakan ketiga,” pesannya. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.