Cakrawala News
Portal Berita Online

Embat Mesin Pompa Air Untuk Bayar Kost, Buruh Serabutan di Madiun Diciduk Polisi

0 41

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Sofiyan Abdul Aziz alias Iyan (28), warga Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, harus merasakan pengapnya ruang tahanan Mapolres Madiun.

Bujangan yang sehari-hari bekerja menjadi buruh serabutan ini diamankan petugas Satreskrim Polres Madiun, atas tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan, pada 6 Juli 2020. Tersangka terbukti telah mencuri sedikitnya 9 unit mesin pompa air di dua area persawahan. Yakni 4 mesin di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, dan 5 mesin di Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, saat berangkat dan pulang bekerja, tersangka sering melewati area persawahan dan melihat mesin pompa air yang biasa digunakan petani mengairi sawah. Terdesak biaya kost dan kebutuhan makan sehari-hari, muncul niat jahat mencuri mesin pompa air tersebut. Tersangka yang mengaku baru kali ini mencuri, dalam melancarkan aksinya saat tengah malam dilakukan seorang diri.

ads bukopin

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dengan menggunakan tangan kosong, pelaku melepas karet yang menempel di mesin pompa air, lalu mencopot kerangkanya menggunakan kunci inggris, kemudian diangkut satu persatu menggunakan sepeda motor. Oleh tersangka, mesin-mesin tersebut disembunyikan di semak-semak pohon bambu sekitar gedung sekolah SMPN 1 Balerejo-Kabupaten Madiun. Tengah malam saat tersangka pulang kerja, barang curian tersebut diambil untuk kemudian dibawa pulang.

“Penangkapan tersangka ini berdasar laporan masyarakat yang merasa kehilangan mesin pompa air. Menurut keterangan saksi, sering melihat tersangka lewat area persawahan. Kemudian Tim Opsnal Satreskrim Polres Madiun melakukan penyelidikan. Dari hasil oleh TKP dan keterangan saksi-saksi, didapatkan ciri-cirinya pelaku yang sama dengan tersangka, dan kita lakukan penangkapan,” ungkap AKBP Eddwi.

Lebih rinci Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Aldo Febriyanto menjelaskan, dari dua tempat kejadian perkara (TKP), tersangka berhasil mencuri 9 unit mesin pompa air, dan menjualnya dengan sistem online melalui media sosial Facebook, dengan kisaran harga 300 sampai 400 ribu rupiah per unit. Untuk menyamarkan, tersangka menutupi nomor seri mesin menggunakan cat pylox.

“Tersangka menawarkan mesin pompa air ini melalui akun media sosial Facebook, lalu melakukan kesepakatan diruang inbox, kemudian membuat janji bertemu untuk transaksi cash on delivery atau COD. Dari total 9 unit mesin pompa yang berhasil dicuri, ada 8 unit yang sudah laku dijual tersangka dan masih ada sisa 1 unit,” terang AKP Aldo.

Dari tangan tersangka, petugas menyita alat bukti berupa kunci inggris, gergaji kecil, 2 unit handphone dan 1 unit sepeda motor merk Honda jenis Vario Nopol AE 5836 HG. Sedangkan atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan, dengan ancaman penjara selama-lamanya 5 tahun penjara.*(Ayu)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.