Cakrawala News
Portal Berita Online

Ekspor Malut Jatuh 7,46% Impor Jeblok 39,92%

TERNATE,CAKRAWALA CO- Badan Pusat Statistik (BPS),Provinsi Maluku Utara (Malut) mencatat nilai ekspor Provinsi Maluku Utara diakhir tahun 2019 mengalami penurunan hingga 71,46 persen.

Penurunan nilai ekspor Malut pada Desember 2019 tembus US$ 44,53 juta dibanding November US$ 156,01 juta.Ekspor Malut pada golongan hasil tambang bijih,kerak dan abu logam (HS 26) ke negara tujuan Tiongkok, sementara untuk besi dan baja ke Ukraina (HS 72) Sedangkan hasil laut berupa ikan dan udang (HS 03) ke Singapura.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara, Atas Perlindungan L
saat pemaparan rilis triwulan BPS, Senin (3/1/2020) mengatakan, secara komulatif ,volume ekspor Malut Januari hingga Desember 2019 sebesar 13.975,31 ribu ton ,mengalami peningkatan sebesar 26,88 persen dibandingkan Januari -Desember 2018 sebesar 11.014,40 ribu ton.

” Pada bulan Desember 2019 barang dari Provinsi Maluku Utara juga diekspor melalui provinsi lain yakni Riau,DKI Jakarta,Jawa Timur,dan Bali .Selain hasil tambang barang ekspor lainnnya berupa Buah-buahan (HS 08) Lak,Getah, Damar (HS 13) golongan paket pos,Parsel,dan barang dikembalikan (HS 99)” ujarnya.

Nilai ekspor asal barang Malut yang diekspor dari provinsi lain pada Desember 2019 nilainya mencapai US$5,10 juta atau 10,28 persen dari total ekspor asal barang Malut senilai US$49,63 juta.

Sedangkan impor, kata Lubis, pada Desember 2019 Malut telah mengimpor berbagai barang dengan total nilai sebesar US$ 61,67 juta.Angka tersebut mengalami penurunan 50,10 persen.

” Volume impor sebesar 58,65 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 39,92 persen dibanding November 2019 sebesar 97,62 ribu ton. Malut mengimpor 33 golong barang dengan nilai impor terbesar pada golongan mesin -mesin /pesawat mekanik (HS 84) senilai US$ 32,34 juta,”jelasnya

Ia mengaku,sebagian besar barang impor Malut berasal dari Tiongkok,Singapura dan Hongkong. Untuk neraca perdagangan pada bulan Januari-Desember 2019 Maluku Utara mengalami surplus senilai US$ 19.21 juta.***(IVN/ID)

%d bloggers like this: