Cakrawala News
Portal Berita Online

Eksepsi Setya Novanto Persoalkan Penghilangan Nama Politikus

2

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, mempersoalkan hilangnya nama-nama politikus dalam dakwaan kliennya. Nama itu adalah Yasona Laoly yang kini Menkumham, Ganjar Pranowo yang kini Gubernur Jawa Tengah dan lain-lain.

Maqdir Ismail dalam sidang di Pengadilan Tipioor Rabu (20/12/2017) juga menyatakan dakwaan kepada Setya Novanto tidak cermat dan tidak jelas, sehingga harus dibatalkan.

Maqdri mengataka, isi dakwaan Setya yang tak sama dengan dakwaan Irman dan Sugiharto, terdakwa lain e-KTP yang telah dijatuhi vonis. Karena itu, Maqdir menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengikuti aturan main pembuatan surat dakwaan dari kejaksaan.

ads bukopin

Poin kedua adalah kejanggalan jumlah kerugian negara atau orang yang memperoleh keuntungan dari proyek e-KTP. Alasannya, lagi-lagi karena isi dakwaan Setya yang berbeda dengan Irman dan Sugiharto. Padahal ketiganya didakwa melakukan tindakan korupsi bersama-sama. “Ini kan kalau memang betul itu orang-orang tidak pernah menerima apa pun, berarti kerugian negara yang disebut tidak seperti itu,” tutur Maqdir.

Poin ketiga masih berhubungan dengan jumlah kerugian negara. Setya didakwa menerima uang US$ 7,3 juta dan jam tangan mewah Richard Mille. Tuduhan ini tak dicantumkan di dakwaan Irman dan Sugiharto.

Maqdir pun menganggap ada kelebihan kerugian keuangan negara yang tidak sesuai dengan perhitungan KPK. “Ini yang kami bawa supaya surat dakwaan dinyatakan batal atau tidak dapat diterima,” ujarnya.

Seusai sidang dakwaan yang digelar pekan lalu, tim kuasa hukum Setya Novanto mempersoalkan penghilangan sejumlah nama anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat di surat dakwaan kliennya itu. Padahal di dalam isi dakwaan terdakwa sebelumnya, Irman dan Sugiharto, tercantum banyak anggota partai politik.

Maqdir mengatakan, dari sejumlah anggota partai itu, tinggal empat nama yang ada di dalam dakwaan Setya. Mereka adalah Ade Komarudin alias Akom, Jafar Hafsah, Miryam S. Haryani, dan Markus Nari. (fur/tempo)

Comments are closed.