Cakrawala News
Portal Berita Online

Eksekusi Tanah Dan Bangunan Di Laweyan Solo Diwarnai Kericuahan

SOLO CAKRAWALA.CO,-Eksekusi tanah dan bangunan yang berada di jalan Kebangkitan Nasional No 83 Kecamatan Laweyan Solo, Jawa Tengah.kamis ( 20/02/20)diwarnai kericuhan,pihak penghuni rumah menolak eksekusi dan menghalangi petugas Pengadilan Negeri (PN) Surakarta aksi saling dorong pun tak terelakan.

 

Pagi itu, sekitar pukul 09.30 Eksekutor tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas panitera PN kemudian membacakan surat putusan eksekusi. Selanjutnya, mereka meminta penghuni meninggalkan lokasi. Namun pihak termohon dalam hal ini penghuni rumah yang menurut kabar tanah dan bangunan tersebut telah diwakafkan penghuni yang juga ahli waris  menolak dan meminta eksekusi di tunda.

Pihak eksekutor yang dalam hal ini dibantu pihak kepolisian Polresta Surakarta,langsung bertindak. Mereka mendobrak paksa.brikade masa,aksi saling dorong pun tak terelakan,antara  masa yang ikut mengamankan TKP.dengan pihak aparat kepolisian.

kericuhaan pun akhirnya bisa direda, dari pihak Pengacara termohon dan pihak eksekusi dalam hal ini Pengadilan Negri Surakarta kemudaian bermediasi namun mediasi tidak sesuai harapan dimana pihak PN Surakarta  ngotot melakukan eksekusi.

Menurut Ibnu Sutama selaku panitera sekaligus ketua tim eksekusi dari Pengadilan Negri Surakarta menjelaskan agenda hari ini ,kamis(20/02/20) Eksekusi secara paksa untuk mengambil penguasaan tanah Dan Bangunan yang berada di Jalan Kebangkitan Nasional No 83 Kecamatan Laweyan Surakarta.karena menurutnya selama ini masih dikuasai oleh ahli waris pihak almarhum hadian.pemohon eksekusi adelah saudara Aginta,selaku pembeli obyek yakni tanah dan bangunan yang berada di Jalan Kebangkitan Nasional No 83 Kecamatan Laweyan Surakarta.

Dimana pada tahun 2018 melalui proses jual beli di hadapan notaris yang dilakukan oleh orator karena Pihak Almarhum Hadian dinyatakan penget di Pengadilan Niaga Semarang,Jawa Tengah,”Jual beli sudah mendapat ijin bagian pengawas Pengadilan Niaga Semarang tersebut,yang menurutnya secara hukum sah,”tegasnya.Dan terhadap obyek tanah dan bangunan tersebut sertifikat sudah atas nama pembeli yakni saudara aginta,”demikian.Ibnu menambahkan, Kalau Pihak kami dalam hal ini Pengadilan negri solo, sepanjang ada tuntunan dari pihak keamanan secara kondusif eksekusi tetap akan kami teruskan karena hal tersebut perintah ketua pengadilan Negri Surakarta,”ungkapnya.

Sementara itu,Kurniawan Hadibroto,Pengacara dari Pihak termohon eksekusi menjelaskan, kasus ini berdasarkan akte jual beli tanah dan bangunan, “ya kita tau semua akte jual beli itu tidak memuat eksekutorial maupun dia sebagai grosse akte.meski dihadapan pejabat yang berwenang akte jual beli merupakan akte otentik,tetapi akte jual beli bukan grosse dan tidak memuat ekseskutorial,jadi jika itu termohon eksekusi harus ada putusan perkara perdata yang bersifat condemnatoir,”tidak bisa langsung.dimana ini tidak ada putusan tau tau langsung melakukan Eksekusi,”ndak tau itu putusan yang mengeluaran siapa,”ungkapnya.

Tentu ini dasar kami,kami tidak hanya sekedar ngomong.karena pengalaman kami pengetahuan kami menurutnya ini cacat.baru kami uji ami melakukan perlawanan.”jadi kalau saya sih,bukan mau manang menangan, tapi saya ingin eksekusi ini bisa ditunda.jika ditunda bisa ada solusi,jika pemohonya merasa rugi tinggal mengajuan gugatan,itu saja.terkait sertifikat itu sudah balik nama ke tangan Aginta atau bukan, ternyata itu harta warisan.dan ada putusan pengadilan, jadi jangan mengabaikan putsan pengadilan itu maksut saya,”ungkap kurniawan.

Hingga berita ini diurunkan polisi masih berjaga di lokasi kejadian, sementara itu akibat eksekusi ini Jalan Kebangkitan Nasional,Laweyan Solo,ditutup..(AgB)

 

%d bloggers like this: