Cakrawala News
Portal Berita Online

Dukung Penurunan Stunting, IRT Gelar Pelatihan untuk Kader Posyandu

0 20

CILEGON, CAKRAWALA.CO – PT Indo Raya Tenaga (IRT) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Provinsi Banten menggelar pelatihan pengelolaan bahan makanan tambahan bagi 23 kader posyandu di tiga wilayah, Kamis (23/6/2022).

Ketiga wilayah tersebut adalah Salira Indah, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dan Kelurahan Suralaya dan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

General Manager PT IRT Steve Adrianto mengatakan, dengan kerjasama ini pihaknya berharap pemenuhan gizi masyarakat di sekitar lingkungan proyek bisa tercipta. Ia menjelaskan, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini difokuskan kepada upaya peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pemberian pelayanan program kesehatan masyarakat, terlebih ibu, anak dan lansia.

“Harapannya, anak-anak dan balita yang menerima manfaat dari program ini dapat tumbuh dengan baik menjadi penerus bangsa di masa yang akan datang. Tentu juga dapat memberikan semangat untuk para kader dan pengurus kesehatan,” ucapnya.

Ia memastikan, program ini akan tetap berlanjut agar dapat memberikan asupan gizi tambahan bagi anak-anak dan balita. “Oleh karena itu, PT Indo Raya Tenaga bermaksud mengadakan Pelatihan Pengelolaan Bahan Makanan Tambahan untuk Kader Posyandu,” ujar Steve.

Venny Agustiani Mahardikawati, Ahli Gizi Puskesmas Pulomerak menjelaskan, PMT dijalankan dengan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman, bermutu dan bergizi sesuai kebutuhan sasaran. Termasuk kegiatan pendukung lainnya dengan aspek mutu dan keamanan pangan.

“Hal ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi balita serta pembelajaran bagi ibu balita. Diberikan dalam bentuk makanan lokal (diutamakan) atau makanan pabrikan. Jika menggunakan makanan pabrikan harus diperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa. Diutamakan sumber protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah,” urai Venny.

Venny menjelaskan, PMT pangan lokal terdiri dari makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) untuk bayi dan anak usia 6 – 23 bulan ). Kemudian makanan tambahan untuk pemulihan anak balita 24-59 bulan berupa makanan keluarga.

Selain itu, makanan pabrikan berupa makanan pendamping ASI, seperti misalnya biskuit yang mengandung 10 vitamin dan 7 mineral. Hanya saja, harus dipastikan, biskuit hanya diberikan untuk anak usia 12 – 24 bulan, dengan nilai gizi : energi total 180 kkal, lemak 6 gram, protein 3 gram.

Sedangkan jumlah persajinya mengandung 29 gram karbohidrat total, 2 gram serat pangan, 8 gram gula dan 120 miligram natrium, dengan anjuran diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.

“Makanan tambahan yang disediakan oleh Kader posyandu untuk balita bertujuan memberikan penyuluhan kepada orang tua balita tentang pentingnya memberikan makanan kudapan (snack) yang baik untuk balita, membantu mencukupi kebutuhan gizi balita, tentunya melibatkan peran serta masayarakat dalam mendukung penyelenggaraan posyandu,” katanya.

Sementara itu, Lia Pursitawati, Nutrisionis Muda Seksi Kesga Gizi Dinas kesehatan Kota Cilegon mengatakan, edukasi kepada kader dipandang perlu, mengingat kader posyandu menjadi ujung tombak yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kader dianggap mengetahui kondisi asupan gizi dari tiap balita yang dilayani di posyandu.

Lia menambahkan, meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain dilakukan melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi dan peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan, sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

“PMT (pemberian makanan tambahan) Pemulihan bagi anak usia 6-59 bulan dimaksudkan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti makanan utama sehari-hari,” kata Lia.

Lia menuturkan, PMT pada anak balita di Kota Cilegon telah dilaksanakan dari tahun ke tahun. PMT yang diberikan berupa makanan pabrikan yang memenuhi kebutuhan gizi anak balita berupa biskuit, susu diet tertentu dan formula gizi untuk gizi buruk (F 75, F 100, F 135).

Menurutnya, usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan rawan terhadap kekurangan gizi. Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita gizi kurang di Kota Cilegon, perlu dilakukanPMT Pemulihan.

Pembenahan asupan gizi yang baik bagi balita pun menjadi salah satu jalan untuk mengurangi prevalensi stunting. Tak hanya pemerintah daerah, peran banyak pihak pun dibutuhkan untuk mengejar target penurunan angka stunting nasional sebesar 14 persen di 2024.

Agar sesuai target, laju penurunan stunting haruslah dikisaran 3,4 persen. Khusus untuk Pemerintah Kota Cilegon, penurunan angka stunting dari 29,08 persen di 2019 menjadi 20,06 persen di 2021 menjadi pelecut semangat untuk terus berupaya keras menggenjot penanganan masalah gizi buruk buat balita. (***GUN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.