Cakrawala News
Portal Berita Online

 Dua Terpidana E-KTP Diperberat Jadi 15 Tahun!

4

JAKARTA, CAKRAWALA,CO,- Para terpiodana kasus korupsi ternyata memang harus berfikir ukang jika akan mengajukan bandung maupun kasasi. Selama ini untuk kasus-kasus korupsi yang diajuykan kasasi ke Mahkamah Agung hampir tidak ada yang turun hukumannya, sebaliknya malah naik.

Yang terbaru adalah hukuman Irman, mantan Dirjen kependudukan dan Catatan Sipil kementerian dalam Negeri, semula divonis 7 tahun penjara kini di tingkat kasasi dinaikkan menjadi 15 tahun penjara. Demikian juga mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, hukumannya dinaikkan dari 5 tahun menjadi 15 tahun.

Humas Mahkamah Agung Suhadi seperti dilaporkan Detik.com (19/4/2018), hukuman pengganti sama dengan saat putusan di tingkat banding bagi kedua terdakwa. Irman dibebankan uang pengganti 500 ribu dolar AS dan Rp1 miliar yang harus dibayarkan 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Besaran uang pengganti dikurangi 300 ribu dolar AS yang sudah dikembalikan kepada KPK. Bila tidak bisa membayar, hukuman itu akan diganti pidana penjara selama 5 tahun.

ads bukopin

Sedangkan untuk Sugiharto, ia tetap dibebankan uang pengganti 450 ribu dolar AS dan Rp 460 juta. Uang itu dikurangi 430 ribu dolar AS dan aset senilai Rp150 juta berupa 1 mobil Honda Jazz yang sudah dikembalikan Sugiharto kepada KPK. Bila tidak bisa membayar, maka hukuman itu akan diganti pidana penjara selama 2 tahun.

Menurut Suhadi, selaku hakim agung kasasi dalam hal ini adalah Artidjo Alkostar sekaku ketua dan anggotanya Latif dan MS Lumme. Kasasi itu diputuskan pada hari Rabu (18/4).

(fur/19/4/2018).

Comments are closed.