Dua Pelaku Perampokan Dan Penaniaya Sopir Taksi Di sukoharjo Dibekuk

SUKOHARJO JATENG CAKRAWALA.CO,-Pelaku perampokan dan penganiayaan sopir taksi yang ditusuk serta disayat wajah dan tanganya dengan cuter di solo baru,sukoharjo,jawa tengah. berhasil di bekuk  jajaran kepolisian polresta sukoharjo. pelaku mengaku menganiayan sopir taksi karena ingin balas dendam.

dengan wajah ditutup serta tangan diborgol kedua pelaku perampokan dan penganiayaan terhadap sumarno(40) sopir taksi kosti 114 di solobaru,sukoharjo,pada awal februari lalu,ini di kleler ke ruang panjura kompleks mapolresta  sukoharjo.Kedua pelaku yakni loreng dwi prasojo(30) warga tipes kecamatan serengan solo dan zena liana ningsih(25) warga sleman Yogyakarta,ditangkap di dual lokasi yang berbeda,Ningsih,pelaku wanita yang menusuk perut serta menyayat tangan dan wajah korban,ditangkap lebih dulu di rumahnya di sleman,Yogyakarta,sedangkan loreng ditangkap di rumah kakaknya di gumpang,kartasura,sukoharjo.

kapolres sukoharjo iwan saktiadi saat gelar perkara di mapolres sukoharjo,senin(11/03/19) mengungkapkan aksi penganiayaan tersebut sudah direncanakan kedua pelaku sebelumnya,idenya datang dari loreng pelaku pria.Loreng  juga yang melakukan survey, sementara zeni membeli pisau cutter serta lakban.kapolres mengatakan dari keterangan kedua tersangka,motif perampokan sopir taksi kosti tersebut adalah balas dendam,lantaran pernah menjadi korban tabrak lari sopir taksi kosti,dua pekan sebelum aksi perampokan dan penganiayaan, berlangsung.loreng merencanakan aksi balas dendam dengan mengajak zeni pada 3 februari lalu, dengan memesan jasa layanan taksi berbasis daring atau online dengan tujuan belakang hotel fave solo baru mereka memesan taksi secara online menggunakan handphone zeni.delapan kali pelaku memesan taksi namun yang datang bukan taksi kosti lalu mereka cancel, hingga satu jam berikutnya,barulah yang datang taksi kosti dengan sopir atas nama sumarno dan mereka naik menggunakan taksi tersebut.Kapolres menambahkan, di lokasi kejadian loreng langsung menjerat leher sumarno menggunakan tali raffia,sedangkan zeni mengeluarkan pisau cutter dari sakunya.sumarno sempat melawan dengan merebut pisau cutter dari tangan ningsih, bahkan juga mematahkan pisau cutter saat terjadi pergumulan di dalam mobil,kedua pelaku pun melarikan diri ke semak-semak untuk bersembunyi,pelaku juga membuang barang bukti berupa tali raffia,lakban, dan baju tak jauh dari lokasi kejadian,”ungkap kapolres.

aparat kepolisian lalu melakukan olah tempat kejadian perkara dan akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku,identitas pelaku terungkap dari potongan kamera cctv yang berhasil diperoleh tim penyidik.bahkan polres menggandeng tim teknologi informasi dari polda jawa tengah guna mengungkap identitas pelaku.

Sementara itu,loreng dwi prasojo salah satu pelaku mengakui kesalahannya,dirinya  melaksanakan aksinya murni karena balas dendam kerena pernah menjadi korban tabrak lari dua kali oleh taksi kosti. sementara ningsing rekan loreng hanya bisa menangis saat di tanya wartawan.

selain mengamankan ke dua pelaku,polisi juga mengamnakan sejumlah barang bukti seperti taksi korban,pisau cuter palaku,pakaian pelaku yang dibuang dan barang bukti lainya,atas perbuatanya kedua pelaku dikenakan pasal 170 dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. AGb

 

 

Facebook Comments