Cakrawala News
Portal Berita Online

Dua Lagi Wanita Korban Iklan Fintech Siap Digilir Untuk Bayar Hutang Lapor Polisi

0 22

SOLO CAKRAWALA.CO,-Korban pencemaran nama baik siap digilir untuk bayar hutang yang diduga dilakukan oknum dari perusahaan Financial Technology alias Fintech Ilegal Incash,terus bertambah, sabtu petang(27/7/19) dua orang wanita yang menjadi korban lapor polisi.

 

Dua korban tersebut berinisial AZ (25 ) warga Karanganyar,jawa Tengah dan SM (39)warga Sukoharjo, Jawa Tengah.dengan didampingi sejumlah pengacara dari LBH Soloraya,Tur Murniningsih,Made Ridho Ramadhan dan Yuliawan Fathoni, sabtu(27/7/19) petang,langsung masuk di Unit 5 Satuan Reskrim Polresta Solo,Jawa Tengah. Untuk menyerahkan tambahan barang bukti dan saksi kasus pencemaran nama baik yang dialami YI,sekaligus melapor dua korban lagi yang diduga dilakukan  perusahaan layanan Financial Technology ,Fintech,pinjaman online,seperti yang dialami Y I beberapa waktu lalu.

Menurut pengacara LBH Soloraya Tur Murniningsih, pihaknya datang ke Polresta Solo,untuk melapor menyerahkan tambahan barang bukti YI dengan saksi yakni SM serta AZ.

ads bukopin

Dua wanita yakni SM dan AZ sendiri juga menjadi korban dengan modus yang sama seperti YI yang sebelumnya juga di cemarkan nama baiknya setelah melakukan pinjaman online melalui aplikasi.

SM dan AZ awalnya belum bisa membayar dan akhirnya juga diteror sama seperti korban sebelumnya YI warga Solo.Tur Murtiningsih menambahkan, SM  yang ditawarkan pinjaman melalui online hutang sebanyak Rp 5 juta kemudian terlambat membayar berbunga hingga sekarang menjadi Rp 70 juta dalam tempo waktu selama dua bulan.Sedangkan AZ yang meminjam uang Rp2 juta berbunga menjadi Rp10 juta dalam tempo satu bulan.

Sementara itu,terkait bukti tertulisnya yang diserahkan berupa,Screen shoot, video dari  Handphone korban dan rekaman suara percakapan saat penagihan utang terhadap korban.

Pengacara LBH Soloraya lainnya, Made Ridho Ramadhan menambahkan korban perusahaan layanan Fintech,pinjaman online sebenarnya ada tujuh orang termasuk YI ,SM dan AZ,namun baru tiga orang yang memintan pendampingan bantuan hokum,sementara empat korban lainnya sebenarnya sudah melaporkan untuk pendampingan bantuan hukum ke LBH  tapi belum bersedia untuk dipublikasikan,”ungkapnya.

namun karena penyidik yang menangani  Unit 2 Sat Reskrim sedang off,para korban diminta mengajukan laporan secara tertulis untuk penambahan bukti tersebutpada senin (29//19) nanti.Pihaknya LBH  Soloraya juga masih membuka Posko untuk pengaduan korban pinjaman online (PINJOL) dan masyarakat dipersilahkan yang akan mengadukan ke LBH Solo raya…AgB

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.