Cakrawala News
Portal Berita Online

Dua Anak Asal Gresik Menggelar Pameran 40 Karya Lukis

0

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Memperingati ulang tahun ke-17, Sanggar Lukis Anak Daun kembali menggelar pameran lukisan ke-6 yang kali ini menampilkan karya dua anak asal Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pameran berlangsung di Gallery Lantai 2 Icon Mall Gresik, pada 18-31 Desember 2021.

Kedua pelukis cilik itu, adalah Annisa Nismara Halimah (6 ) dan Isabell Nufail Roses (10 ). Keduanya menghadirkan 40 karya lukisan kanvas dalam pameran ini, dengan rincian 12 karya ukuran 1×1 Meter, 28 karya lebih kecil.

Pendiri dan pembina Sanggar Daun Arik S. Wartono mengatakan, pameran lukisan ini merupakan bagian dari Biennale Jatim IX, menggunakan media cat air dan akrilik dengan beragam teknik, mulai realis hingga ekspresif-naif painting.

Dijelaskan Arik, pameran lukisan yang ke enam kalinya di Kabupaten Gresik ini menampilkan dua pelukis putri cilik asal Kecamatan Cerme, Gresik yang sudah menyabet penghargaan internasional maupun nasional.

Annisa Nismara Halimah (6 ), siswi kelas 1 SD Al Islam Cerme Gresik kelas 1. Putri kedua dari pasangan Hendro Karyono, dan Nurul Febriyanti. Bergabung di Sanggar Daun sejak berusia 4 tahun, kini Annisa telah mengoleksi 7 penghargaan internasional dan 2 tingkat nasional.

“Kemampuan terbaik Annisa adalah dalam teknik melukis ekspresif-naif painting,” ujar Arik.

Sedangkan Isabell Nufail Roses (10 ), siswi kelas 4 SDN Ngabetan Cerme, Gresik Putri pertama dari pasangan Fakhrudin Mawardi dan Dian Handayani ini, belajar di Sanggar Daun sejak berusia 5 tahun.

“Saat ini Isabell telah mengoleksi 10 penghargaan internasional dan 2 nasional. Dia yang terbaik dalam teknik melukis realisme,” tutur Arik S Wartono.

Lebih jauh Arik menyampaikan, Sanggar Daun Gresik selalu berupaya mengembangkan apa yang anak bisa, dengan idak melakukan intervensi lebih pada anak.

“Kalau sudah kelihatan bisa melukis, baru kami arahkan. Anisa dan Isabell alami dari dirinya sendiri, malah saya tidak mencegah,” ujarnya.

Ayah Isabell Fahruddin mengaku bangga dengan apa yang dihasilkan anak pertamanya. Sebelum bergabung dengan Sanggar Daun, Isabell lebih banyak melukis jenis manga kartun. Namun dirinya mengaku anaknya yang sedang duduk di kelas IV sering diceritakan kebudayaan dan Gaya hidup di masa lampau.

“Hingga dia bisa mengekspresikan gaya hidup dan kebudayaan masa lampau dalam lukisannya. Seperti Petan (istilah Jawa), membatik, penjual jamu tradisional dan banyak aneka lukisan anak bermain di masa lampau,” urainya.

Kenapa demikian, diakuinya Isabell juga punya inisiatif dengan maraknya teman sebayanya yang terpengaruh dengan gadget atau Handphone.

“Agar bisa mengangkat budaya lama dalam lukisan,”ucap Isabell disambut riuh tepuk tangan oleh audien. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.