Cakrawala News
Portal Berita Online

Drama Kolosal Jenderal Soedirman, Gambarkan Semangat dan Perjuangan Sang Pahlawan

0 65

PURBALINGGA. JATENG. CAKRAWALA.CO – Drama kolosal yang mengisahkan perjalanan hidup, perjuangan, serta kepahlawanan Jenderal Besar Soedirman digelar di Stadion Goentur Darjono, Selasa (04/2) siang. Drama itu, menjadi puncak atau penutup rangkaian Festival Jenderal Soedirman.

Sebanyak 300 orang yang terdiri dari para pelajar, anggota Kodim 0702 Purbalingga, personel Lanud Jenderal Besar Soedirman dan Polres Purbalingga, turut ambil bagian dalam berbagai adegan drama, yang latar belakang waktu zaman perang mempertahankan kemerdekaan.

Pak Dirman, adalah sosok pahlawan nasional, pejuang kemerdekaan, serta ahli dalam setrategi gerilya dalam pertempuran melawan Belanda terebut, yang lahir di Bodas Karangjati, Rembang pada 24 Januari 1916. Jenderal Besar Soedirman, wafat pada 29 Januari 1950 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta. Nama Jenderal Soedirman juga diabadikan menjadi nama-nama jalan protokol hampir di seluruh kota di Indonesia, nama lapangan udara, serta nama universitas negeri.

Serda Agus Wahyudi anggota Koramil 10 Mrebet, Kodim 0702 Purbalingga yang sang jenderal, mengaku bangga dan terharu atas karakter yang harus dibawakannya dalam drama itu.

“Saya patut berbangga, sehingga dengan maksimal saya memerankan beliau. Jenderal Besar Soedirman adalah panutan untuk seluruh tanah air, terutama bagi kami anggota TNI. Karena beliaulah kami lahir, dan karena beliau juga TNI menjadi seperti ini,” kata Agus.

Sementara warga yang menyaksikan gelaran itu pun dibuat terharu, bangga, dan kagum terhadap sosok Pak Dirman. Di hadapan ribuan warga, drama berlangsung menarik, dan mengundang decak kagum. Suasana yang dibagun, serta kostum para pemainnyapun, disesuaikan dengan alur cerita yang berseting pada zaman perang mempertahankan kemerdekaan.

“Senang, terharu, terus kaya ikut merasakan zaman dahulu itu seperti apa. Jenderal Soedirman itu pekerja keras, dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia,” ungkap Yulita Nurahmawati, warga Purbalingga.

Yulita, yang menyaksikan pementasan drama itu, sejak awal atau adegan Jenderal Soedirman dilahirkan, hingga adegan Pak Dirman wafat, merasa bangga. Sebab, sang Panglima Besar yang begitu dikenal dimanapun, berasal dari tempat yang sama dengan dirinya, Purbalingga.

Apalagi, yang paling menyentuh adalah bagian dimana Pak Dirman harus berjuang dalam keadaan sakit, dan ditandu,” ujar mahasiswi di sebuah universitas di Kota Yogyakarta itu.

Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Infanteri Yudhi Novrizal mengatakan, drama kolosal itu merupakan rangkain acara Festival Jenderal Soedirman.

“Diharapkan dapat meningkatkan kembali, menumbuhkembangkan semangat patriotisme warga. Kami para penerus berjanji untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, dan akan tetap meneruskan perjuangan Pak Dirman,” ujar Yudhi.

Yudhi juga berharap, agar masyarakat dapat melihat, dengan drama koloasal itu dapat menggambarkan nilai-nilai sejarah yang ada. (Bayu Noer/ cakrawala.co)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: