DPRD Gresik Tetapkan Pimpinan Definitif Periode 2019-2024

GRESIK,CAKRAWALA.CO – Setelah tiga minggu dilantik, para anggota di DPRD Gresik, Jawa Timur bisa bernapas lega, karena pimpinan DPRD definitif sudah ditetapkan, sehingga bisa segera melaksanakan kegiatan kedewanan.

Pimpinan sementara dewan menetapkan pimpinan definitif DPRD Gresik periode 2019 – 2024. Penetapan pimpinan definitif dilaksanakan pada hari ini, Rabu (11/9/2019) melalui rapat paripurna internal bersama seluruh pimpinan fraksi yang dipimpin Ketua DPRD Gresik sementara, Muhammad Qodir didampingi Wakil Ketua sementara, Asluchul Alif.

“Penetapan pimpinan DPRD Gresik periode 2019  2024 ini sesuai rekomendasi setiap parpol yang berhak mendapat kursi pimpinan dewan,” kata ketua sementara DPRD Gresik HM. Abdul Qodir saat memimpin sidang.

Rapat paripurna penetapan tersebut, kata Qodir sebagai tindaklanjut masuknya 4 surat pengajuan pimpinan DPRD Gresik dari 4 partai politik peraih suara kursi terbanyak. PKB mengajukan Fandi Ahmad Yani sebagai Ketua DPRD, Gerindra mengajukan Asluchul Alif sebagai Wakil Ketua, Golkar mengajukan Ahmad Nurhamim sebagai Wakil Ketua, dan PDIP mengajukan Mujid Riduan sebagai Wakil Ketua.

Sementara Ahmad Nurhamim menyatakan bahwa prosedur pelantikan pimpinan DPRD definitif memang didahului penetapan dalam paripurna. Setelah ditetapkan, kemudian diajukan surat permohonan pelantikan ke Gubernur Jatim melalui Bupati.

“Kita memang harus bergerak cepat agar sesegera mungkin di jeda akhir tahun 2019 bisa menuntaskan tugas-tugas yang menanti,” katanya.

Diketahui, setelah penetapan pimpinan, ada tugas lain yang menanti DPRD Gresik. Yakni pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Terkait hal ini, Sekretaris DPC PPP Gresik, Khoirul Huda menyatakan, para petinggi partai telah melakukan komunikasi politik untuk pembagian pimpinan AKD secara proporsional berdasarkan perolehan kursi masing-masing Parpol.

Huda mengungkapkan, sesuai rencana awal, jatah Ketua Komisi I (membidangi hukum dan pemerintahan) diberikan kepada F-PDIP (dengan 6 kursi). Ketua Komisi II (keuangan dan pendapatan) diberikan F-Gerindra dengan 8 kursi. Komisi III (pembangunan) diberikan F-Golkar dengan 8 kursi. Dan, Ketua Komisi IV (Kesra, pendidikan, dan kesehatan) diberikan ke FKB dengan 13 kursi.

Sementara Badan Pembuat Berda (Bapemperda), lanjut Huda diberikan Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) gabungan dari PPP dan PAN dengan 6 kursi. Serta Badan Kehormatan (BK) diberikan F-Nasdem dengan 5 kursi. Sedangkan F-Partai Demokrat dengan 4 kursi akan mendapatkan jabatan wakil ketua AKD. (Zen/ADV)

Facebook Comments
%d bloggers like this: