Cakrawala News
Portal Berita Online

DPRD Gresik Apresiasi Pendapatan Asli Daerah 2020 yang Melampaui Target

0 2.110

GRESIK, CAKRAWALA.CO – DPRD kabupaten Gresik, Jawa Timur mengapresiasi kinerja Pemkab Gresik yang berhasil menggenjot pendapatan asli daerah dalam APBD 2020 hingga melampui target. Yakni dari yang ditetapkan sebesar Rp 2,84 triliun terealisasi Rp 2,93 triliun atau naik 113 persen.

Hal tersebut diketahui dalam rapat paripurna Penyampaian Nota Pertanggungjawaban APBD 2020, Senin (14/06/2021).

Kendati terealisasi sesuai target, sisa pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 305,9 miliar terlalu tinggi. Besarnya silpa tersebut merupakan akumulasi dari APBD 2019 yang tersisa sebesar Rp 462 miliar. Sedangkan realiasasi belanja dalam APBD Gresik tahun 2020 sebesar Rp 3,09 triliun.Sehingga, ada defisit sebesar Rp 156 miliar.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik Musa menuturkan, silpa dalam APBD 2019 sangat tinggi, maka bisa untuk menutupi defisit dalam APBD 2020. Mudah saja silpa besar. Hal ini karena banyak kegiatan atau program yang tidak dilaksanakan.

“Kedepan kami berharap tidak ada lagi silpa yang terlalu tinggi di masa kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, diketahui pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp 924, 6 miliar atau 113,29 persen dari target sebesar Rp 816,2 miliar.

Sebaliknya, target dana perimbangan justru turun dari target sebesar Rp 1,331 triliun hanya teralisasi sebesar Rp 1,355 triliun atau prosentase 98 persen. Pendapatan lain-lain yang sah teralisasi sebesar Rp 683 miliar dari target sebesar Rp 682 miliar.

Untuk belanja daerah yang direncanakan sebesar Rp 3,316 triliun tetapi hanya teralisasi sebesar Rp 3,095 triliun atau 93,34 persen. Rinciannya, belanja tidak langsung sebesar Rp 2,030 triliun atau phanya 95 persen dari target sebesar Rp 2,144 triliun

Kemudian belanja langsung dari rencana sebesar Rp 1,172 triliun hanya teralisasi sebesar Rp 1, 064 triliun.

“Ini, menunjukkan tidak ada inovasi dari OPD (organisasi perangkat daerah) untuk mengenjot PAD. Namun, kami optimis dalam pemerintahan Gresik Baru tidak terulang lagi,” kata Musa.

Sementara itu, Noto Utomo anggota Fraksi PDIP mengaku prihatin APBD Gresik 2020 dipatok hampir sama dengan Kabupaten Lamongan. Padahal, potensi PAD Gresik lebih besar daripada Lamongan. Hal ini karena banyaknya industri yang tersebar di Kabupaten Gresik.

“Harus benar-benar diekplorasi dan dimaksimalisasi lagi potensi PAD ini. Juga perlu inovasi untuk mendongkrak PAD tanpa harus memberatkan rakyat kecil. Kita akan dukung sepenuhnya inovasi dari pemerintahan Gresik Baru,” ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi PAD dan target masih njomplang. Ironisnya, realisasi dalam pemungutan PAD juga masih belum optimal.

“Contohnya di pendapatan dari retribusi parkir. Potensinya masih sangat besar tetapi kebocoran dalam pemungutannya masih sangat tinggi,” imbuhnya.

Noto menyebut LPJ Pelaksanaan APBD Gresik tahun 2020 merupakan laporan transisi dari pemerintahan Sambari Halim Radianto – Moh Qosim. Maka, kedepan harus lebih serius dengan melakukan evaluasi kesalahan maupun kelemahan yang ada.

“Tetap, ada yang harus diapresiasi dari pemerintahan sebelumnya kalau berdasarkan laporan itu. Terutama, dari sektor pendapatan daerah. Sebab, PAD yang diprediksi merosot gara-gara pandemi ternyata bisa melebihi target. (Zen/ADV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.