Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

DPRD DIY Minta Pemda Salurkan Bansos Yang Bisa Gerakkan Perekonomian

0 11

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah daerah dan kabupaten/kota agar kreat9f dan inovatif dalam menyalurkan bantuan sosial (Bansos) agar terus berkelanjutan. Diharapkan penyaluran bansos mendatang yang dapat menggerakkan perekonomian.

“Dari anggaran total realokasi dan refocusing APBD DIY sebesar Rp320 M, khusus Bansos hanya dialokasikan Rp200 M dan sudah tersalurkan sebesar Rp179 M,” ungkap Huda Tri Yudiana Wakil Ketua DPRD DIY , Sabtu (11/7), di Coffe and Resto Tarumartani.

Huda menyatakan kelanjutan bansos ibarat buah simalaka. Baik bansos bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, maupun Dana Desa jika terus digulirkan maka itu akan memanjakan masyarakat karena akan menciptakan ketergantungan serta meningkatkan konsumtif.

” Dalam jangka panjang, pemberian Bansos ini juga tidak mendidik masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan perekonomian pasca pandemi Covid-19,”ujar Huda.

Lebih lanjut Huda mengatakan membangkitkan ekonomi skala besar perlu dorongan masyarakat.

“Pemerintah telah melakukan segala upaya, namun tanpa ada dukungan dari masyarakat maka semua itu sia-sia,” katanya.

Oleh karena itu, imbuh Huda, dalam menyalurkan bansos yang tersisa ini diharapkan Pemda bisa kreatif dan inovatif. Yakni agar Bansos mampu menggerakan kegiatan perekonomian di masyarakat yang berkelanjutan.

“bisa saja bansos dipergunakan untuk proyek padat karya yang dalam bidang ketahanan pangan, seperti pembangunan jalur ke sentra pertanian atau pengadaan tanaman pangan,” tuturnya.

Huda menambahkan ditengah revisi APBD tahun ini maupun penurunan APBD tahun depan dan seterusnya. Keterlibatan masyarakat dalam pemulihan ekonomi sangat diperlukan untuk mengatasi pengangguran maupun ketimpangan kesejahteraan.

Sementara itu, peneliti Sosial Budaya dari Lembaga Pengkajian Kebijakan Publik UGM Ardiyanto melihat peluang keterlibatan masyarakat DIY dalam pemulihan ekonomi pasca musibah sangat kuat. Ini terbukti pada kejadian gempa di 2006 maupun erupsi Merapi 2010.

“Dari data BPS 2018 lalu, masyarakat DIY dinilai paling tinggi dari sisi kreativitasnya terutama lewat gotong royong. Teorinya kekuatan daya tahan orang Indonesia bergantung tingkat kohesivitas. Ikatan kuat saling bantu warga DIY sangat kuat,” ungkap Ardiyanto.

Lebih lanjut Ardiyanto ditengah ketidakpastikan kapan pandemi ini berakhir dan keterbatasan dana pemerintah, gerakan sosial di masyarakat harus mulai digerakkan oleh Pemda. Sehingga pemerintah daerah kedepan tidak lagi fokuspada penyaluran Bansos untuk membantu masyarakat miskin maupun terdampak.

“Namun fokus pada bagaimana agar Bansos ini, khususnya di desa, mampu memberikan efek besar dari sisi ekonomi yang berkelanjutan di tengah anjloknya perekonomian DIY,” pungkasnya.( Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: