Cakrawala News
Portal Berita Online

Dosen Poltekes Yogyakarta Ciptakan Teropong Digital Skrining Kanker Serviks

0 26

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta (Polkesyo), Nanik Setiyawati, berhasil menciptakan peralatan medis yang diberi nama Teropong Digital Skrining Kanker Serviks. Alat tersebut diperagakan pada konferensi pers di kampus Polkesyo Jalan Tata Bumi Banyuraden Gamping Sleman, Kamis (2/6/2022).

Direktur Polkesyo Joko Susilo menyatakan alat ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menangani deteksi dini kanker serviks. kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti wanita

“Alat ini didisain untuk membantu pemerintah menangani deteksi dini kanker serviks,” ungkap Joko Susilo, Direktur Polkesyo.

Terobosan dari Nanik Setiyawati yang akan maju mewakili Polkesyo ke ajang pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional ini patut memperoleh apresiasi.

Nanik Setiyawati menjelaskan sampai saat ini kanker serviks masih menjadi ancaman. Merujuk data tahun 2018, jumlah penderitanya naik dibanding tahun 2013. Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasi skrining menggunakan metode Iva (Inspeksi Visual Asam Asetat) dengan cara mengoleskan asam asetat pada permukaan serviks. Persoalannya, hasil pengamatan perubahan warna serviks sangat tergantung ketajaman mata. Sering terjadi hasilnya meragukan sehingga bidan harus konsultasi ke dokter atau tim senior.

” Dengan Teropong Digital Skrining Kanker Serviks, bidan sangat terbantu. Alat tersebut mampu merekam gambar serviks bahkan langsung terhubung laptop, smartphone maupun komputer. Bidan tidak bingung lagi jika konsultasi ke dokter,” ungkap Nanik.

Melalui deteksi dini, imbuh Nanik secara lebih akurat harapannya kanker serviks bisa ditekan.

” Pengamatan mata biasa dibandingkan teropong digital ternyata hasilnya ada perbedaan signifikan,” katanya.

Nanik menambahkan teropong digital ini sangat mudah digunakan. Selain itu, juga sudah melewati kajian teoritis teknologi, uji kelayakan lapangan dengan FFA (Force Field Analysis) maupun uji pada pasien. Sedangkan uji penerimaan alat tersebut melibatkan bidan dari DIY dan luar DIY.

” Teropong Digital Skrining Kanker Serviks sangat ringan. Komponennya pun simple, berupa teropong kecil mirip pulpen, pada ujungnya terdapat kamera disertai lampu. Pencahayaannya bisa diatur sedemikian rupa. Pengoperasian alat ini cukup memakai power bank,” tuturnya.

Ke depan, tambah Nanik, teropong digital ini bisa disempurnakan lagi dengan penggunaan baterai. Karena sudah dilengkapi wifi di dalamnya, pengguna tidak perlu lagi men-download apapun.

“Bidan yang selama ini identik dengan pelayan mobile, dengan alat ini sangat mudah, simpel dan ringan. Pasien bisa melihat langsung hasilnya,” tambahnya.

Meski sudah banyak dipesan dari berbagai daerah di Indonesia, Teropong Digital Skrining Kanker Serviks ini baru bisa diproduksi secara massal apabila hak paten sudah keluar. Manfaat lain dari teropong tersebut untuk pembelajaran atau perkuliahan. Selain itu, pasien pun tidak terganggu privasinya. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.