Cakrawala News
Portal Berita Online

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Temukan Bakteri Anti Biotik Dari Akar Rumput Suket Teki

SOLO CAKRAWALA.CO,-Tidak banyak yang tau tanaman suket teki yang selama ini dianggap sebagai gulma,ternyata tanaman tersebut memiliki khasiat untuk kesehatan.Melelaui tanah yang terdapat di akar rumput suket teki,yang ternyata dalam penelitian menyimpan bakteri yang bisa digunakan untuk obat anti biotik.

 

Adalah,Ambarwati, seorang dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo,yang berhasil menemukan spesies baru bakteri Streptomyces,yang bisa digunakan untuk obat anti biotik. Ambarwati menerangkan, terjadinya resistensi bakteri patogenik atau tidak mempannya dengan antibiotik, mendorongnya meneliti sumber antibiotik baru tersebut.dan menemukan bakteri baik yakni Streptomyces Cemorosewuensis yang mampu menghasilkan antibiotik sebesar 75-80 persen,dari tanaman rumput teki yang dia ambil dari dataran tinggi Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

Setelah diteliti selama tiga tahun. Ambarwati menegaskan, temuannya ini bisa diteliti lebih lanjut oleh industri farmasi.”Penelitian ini baru dasar, jadi bisa dilanjutkan oleh para farmasi,” ujar Ambarwati, sabtu (7/3/2020).

Secara rinci Ambarwati menerangkan bahwa dari enam isolate, berdasarkan sekuen gen 16S rRNA. ada dua yang berpotensi sebagai spesies baru.Ambarwati mengatakan spesies streptomyces baru yang ditemukannya ini, berpotensi menghasilkan antibiotik serta senyawa yang dapat mengatasi resistensi bakteri patogenik terhadap antibiotik.”Temuan ini berawal dari ketidaksengajaan saya. Awalnya, saya hanya berpikiran yang penting cepet lulus kuliah S3 saja. Lah, pas saya teliti rumput teki ini, kok ada kandungan tersendiri di rumput teki ini. Karena itulah saya tertarik meneliti streptomyces ini, karena dia bakteri yang menghasilkan banyak bioaktif terutama antibiotik,” ungkap Dosen UMS yang meraih gelar Doktor Biologi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut

Sebenarnya, ungkap Ambarwati, rumput teki ini bisa diambil di mana saja. Namun rumput teki yang hidup di Cemoro Sewu, Gunung Lawu kandungannya senyawa biotik yang lebih bagus dibandingkan di tempat lain.Temuan bakteri streptomyces cemorosewuensis ini menghasilkan 2 zat atau senyawa yaitu Malasidin, senyawa yang bisa menghambat bakteri patogen yang sudah multidrug resistant dan Geosmin, senyawa yang dengan hanya kadar 5ppm saja sudah bisa memiliki kontribusi yang besar.

Bakteri streptomyces ini bisa memakan waktu 1 minggu sampai 1 bulan untuk bisa berkembang, berbeda dengan bakteri pada umunya yang dalam 24 jam sudah bisa berkembang banyak. Saat ini dirinya tengah mengajukan spesies baru bakteri itu dengan nama Stretomyces Cemorosewuensis sp. Nov.

“Saat ini sekuen hasil WGS dari spesies baru ini sedang dalam proses submit ke NCBI (National Center For Biotechnology Information) untuk mendapatkan accession number,” jelasnya lanjut.

Ambarwati berharap hasil temuannya ini setelah di murnikan bisa dilanjutkan oleh teman-teman dari farmasi atau kedokteran. Sebab temuan ini sudah bisa menghasilkan antibiotik itu yang baru bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung,” ungkapnya..(AgB).

 

 

%d bloggers like this: