Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Diwarnai Aksi Kejar Kejaran, Polisi Tangkap 5 Pelaku Pembobol Brankas

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Kasus pembobolan brangkas PT. Bukitmas Prima Persada, Desa Bagi Kecamatan/Kabupaten Madiun pada 2 september 2019 terungkap.

Dua tersangka Lukman Hakim (36) warga Desa Randu Boto, Kecamatan Sedayu – Kabupaten Gresik, dan Imam Agus Santoso (39) warga Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang – Jawa Timur ini, hanya mampu tertunduk pasrah saat digelandang petugas Polres Madiun, 16 september 2019.

Aksi kejar – kejaran bak film action mewarnai penangkapan para pelaku. Petugas sempat melakukan  tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak dihiraukan, justru para tersangka ini mempercepat laju kendaraan mereka. Hingga akhirnya petugas melakukan penembakan ban depan mobil Honda Brio warna putih Nopol W 1627 CY yang ditumpangi pelaku.

Dua pelaku Imam dan Lukman digelandang anggota Polres Madiun. (Foto/Ayu)

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, komplotan pencuri lintas daerah ini tidak hanya beraksi di Madiun tetapi juga melakukan pencurian di Bangkalan, Madiun, Ponorogo, dan Wonogiri.

“Dalam melakukan aksinya mereka berlima. 1 orang berperan sebagai driver, 1 orang mengamati situasi diluar dan 3 orang sebagai eksekutor. Untuk menghindari kecurigaan security, para pelaku memarkir mobil sekitar 50 meter dari TKP. 1 orang tinggal di mobil, 4 yang lain turun dan memutar jalan ke belakang lewat sawah,” jelas Ruruh.

Usai berhasil membobol brankas berisi uang senilai 200 juta rupiah, para pelaku berlari kearah Ponorogo – Pacitan hingga tertangkap di Wonogiri, untuk melakukan aksi berikutnya. Mereka yakni Moh. Sajadi, Bahar Efendi, Toni, Lukman, Imam, dan Slamet.

“Jadi, pelaku yang di Madiun dan di Wonogiri ini orangnya berbeda. Yang di madiun Imam, Lukman, Slamet, Isnanto dan Toni. Sedangkan di Wonogiri 3 orang adalah pelaku yang sama di Madiun dan 2 orang pelaku baru, yaitu Sajadi dan Efendi,” jelas Ruruh.

Tersangka Imam dan Lukman ditahan Polres Madiun, sedangkan Moh Sajadi, Bahar Efendi dan Toni karena terdapat TKP di Wonogiri diserahkan ke  Polres Wonogiri. Sementara Slamet ditahan Polres Ponorogo.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan beberapa alat bukti dua buah linggis, satu obeng, dua unit mobil rental jenis Toyota Sienta Nopol L 1736 WL dan Honda Brio Nopol W 1627 CY yang digunakan para pelaku dalam beraksi, serta satu unit sepeda motor Yamaha N-Max milik Imam yang dibeli dari uang hasil kejahatan.

Akibat perbuatannya tersangka bakal dijerat Pasal 363 KUHP ayat 2 dengan ancaman 9 tahun penjara. (ayu/win)

Caption Foto : Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menunjukan barang bukti linggis. (Foto/Ayu)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: