Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Ditunjuk Sebagai Rumah Sakit Rujukan RS. Rahman Rahim Sudah Siap Merawat Pasien Covid-19

0 51

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pihak RS Rahman Rahim (RR), yang berada di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono. Telah mempersiapkan segala prasarana dan saranya diantaranya telah mempersiapkan 22 bed dan ruang isolasi tambahan.

Ketua gugus covid RS Rahman Rahim, dr. Santy Dwi Ananingsih menjelaskan dalam penanganan pasien covid-19, dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirm positif

“Untuk case-case gejala covid-19, pasien bisa datang langsung ke IGD kami dan juga puskesmas di area rumah sakit Ramah Rahim yang mendapatkan penunjang dengan rapid reaktif bisa langsung datang untuk memeriksakan,” kata dr Santy, kepada cakrawala.co, Jumat 10 Juli 2020.

Masyarakat yang merasa mendapatkan gejala covid-19, langkah awal yang dilakukan pihak rumah sakit RR, akan melakukan assesmen lebih awal dengan menganamnesa pasien kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang kemudian konsulkan ke tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RS. RR.

Untuk pasien dengan suspect PDP sebelum masuk rumah sakit, akan diarahkan ke tenda darurat IGD untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti foto thorax.

Posko siaga covid-19 RS. Rahman Rahim.

“Jadi saat pasien dengan suspect PDP yang kita tangani di tenda darurat, nantinya akan kita pastikan akan membutuhkan ruang isolasi atau dengan perawatan ruang biasa,” tambah dr Santy.

Masih kata alumni Universitas Wijaya Kusama, Surabaya tahun 2015. Menuturkan sebagai rumah sakit rujukan. “Sejak bulan April kita sudah menerima pasien dengan ODP atau PDP, karena saat itu kita sudah menerima pasien yang mengalami gejala-gejala covid, namun saat itu sudah ada rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah kita kirim pasien ODP atau PDP ke rumah sakit pemerintah seperti RSUD Sidoarjo,” ucapnya.

Di RS. RR, dari 22 bed telah disiapkan untuk merawat pasien dampak wabah corona, dan hingga Jumat 10 Juli 2020 sudah terisi 18 bed.

Sebagai rumah sakit yang ditunjuk untuk melayani pasien covid-19, akan mendapatkan sarana dan prasaranan seperti rumah sakit yang sudah merawat pasien covid-19 sebelumnya. Yakni mendapatkan APD, sarana prasarana, rapid test, tunjunagan perawat dan dokter.

“Saat ini kami belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Dinkes sebagai rumah sakit rujukan, tapi kemarin kita sudah diberikan berkas untuk mengisi data menuju ke SK tersebut. Sebelum ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, kami dalam pelayanan kita gunakan biaya sendiri seperti APD, rapid test, sanana prasarana, tunjangan dokter dan perawat,” lanjut dr. Santy.

Dampak melonjaknya pasien covid-19 di Kota Delta, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan lima Rumah Sakit tambahan sebagai Ruang Isolasi pasien covid-19. Dua Rumah Sakit untuk merawat ibu hamil yang terpapar covid-19, sedangkan sisanya khusus pasien covid-19.

“RS. HM. Mawardi dan RS. Ibu dan Anak Soerya untuk Ibu hamil, sedangkan RS. Rahman Rahim, Arafah Anwar Medika, dan Aisyiyah Siti Fatimah khusus Isolasi Pasien Covid-19,” Kata drg. Syaf Sastriawaman kepada awak media.

Syaf mengakui, jika dibandingkan dengan jumlah kasus di Sidoarjo, ruang isolasi masih kurang. Akan tetapi saat ini ada peraturan baru, yakni pasien yang sebelumnya positif dan dilakukan swab satu kali hasilnya negatif, sudah diperbolehkan pulang. Dengan catatan selama masa pemantauan 14 hari tidak ada keluhan.  (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: