Cakrawala News
Portal Berita Online

Dituduh Mencuri Seorang Bocah Dianiaya Empat Pria

119

PONTIANAK-CAKRAWALA.CO – Direktorat Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat berhasil meringkus empat orang pria warga Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. keempat pria tersebut diduga sebagai  pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap bocah berusia 13 tahun berinisial A-P hingga mengalami trauma psikis yang berkepanjangan.

“Pelaku melakukan aksi penganiayaan dan penyekapan selama dua hari di sebuah rumah ibadah umat Kong Hu Cu – Toa Pek Kong di Kabupaten Ketapang dengan tuduhan korban menyuruh Andi warga kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, yang kini menjadi saksi, mencuri uang milik salah satu pelaku” ujar Kasubdit IV Renaka Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar AKBP Aldinan Manurung, Rabu pagi (30/8/2017).

Keempat pria sadis yang telah tega melakukan aksi penganiayaan dan penyekapan tersebut masing-masing berinisial H-P-L, I-S, D-S dan D-D-H adalah seorang Lou Ya atau dukun yang mengelola rumah Ibadah umat Kong Hu Cu – Toa Pek Kong.

AKBP Aldinan Manurung, menjelaskan dalam aksi penganiayaan tersebut, ke empat pelaku memiliki peran masing-masing dengan cara memborgol kaki tangan korban, memukuli, menggundululi rabut dan meneteskan lilin panas ke tubuh korban, pelaku D-D-H yang berprofesi sebagai Low Ya atau dukun mengancam dengan senjata tajam dan sempat menakuti korban membacok tubuhnya sendiri menggunakan sebuah senjata tajam di depan korban.

Aldinan Manurung menegaskan, aksi penganiayaan dan penyekapan ini terungkap setelah orang tua korban diminta oleh pelaku berrinisial H-P-L, yang membawa korban dari rumah orang tuanya dengan tawaran bekerja di sebuah toko kelontong di kecamatan Kendawangan milik Apin, untuk membayar uang tebusan sebesar Rp. 20.000.000,- dengan tuduhan korban sudah melakukan kejahatan pencurian.

“Pelaku bahkan mengirimkan sebuah video adegan penganiayaan yang mereka lakukan kepada orang tua korban” ujar Aldinan

Korban baru dilepaskan oleh keempat pelaku, lanjut Aldina  setelah permintaan tebusan uang yang diberikan orang tua korban sebesar Rp. 5.000.000,- dipenuhi.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat tersangka kini ditahan di Mapolda Kalbar dan akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 333 Ayat 1, Pasal 170 Ayat 1 dan Pasal 368 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara, ujar AKBP Aldinan Manurung.***(Bayu/ Ptk)

Comments are closed.